BAN Sumut: Akreditasi PAUD Wujud Jaminan Mutu Pendidikan bagi Masyarakat
- 06 Agt 2026 18:00 WIB
- Nias Selatan
RRI.CO.ID, Nias Selatan - Akreditasi bukan sekadar proses penilaian administratif, melainkan upaya untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan di lembaga PAUD. Akreditasi juga menjadi bentuk jaminan kepada masyarakat bahwa layanan pendidikan yang diberikan telah memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah.
Demikian ditegaskan Anggota Badan Akreditasi Nasional Provinsi Sumatera Utara, Drs. H. Abdul Zebar, M.Hum, pada kegiatan penutupan Bimtek dan Pendampingan Akreditasi PAUD, Rabu, 5 Agustus 2026. Kegiatan yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan ini digelar untuk meningkatkan pengetahuan serta kompetensi guru PAUD sehingga memahami berbagai aspek yang perlu dibenahi dan dikembangkan di satuan pendidikan masing-masing.
Ia menjelaskan bahwa terdapat delapan standar minimal yang harus dipenuhi setiap satuan PAUD dalam proses akreditasi. Dengan terpenuhinya standar tersebut, orang tua akan memiliki rasa percaya dan nyaman menitipkan anak mereka karena kualitas layanan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Di PAUD itu mereka juga diharapkan bagaimana administrasinya, umpamanya untuk lingkar kepala mereka, tinggi badannya, berat badan, itu semua mereka lakukan supaya mereka tahu perkembangan si anak, sesuai dengan yang dibutuhkan. Jadi termasuk juga untuk administrasi keuangannya, kemudian sarprasnya, peningkatan kompetensinya, semua yang dibutuhkan oleh satuan PAUD itu, sudah ter-cover di 8 standar tersebut,” kata Abdul Zebar.
Ia berharap seluruh satuan PAUD dapat menerapkan delapan standar tersebut secara berkelanjutan, bukan hanya saat menghadapi proses akreditasi. Menurutnya, lembaga PAUD juga harus terus mengikuti setiap perubahan instrumen akreditasi agar kualitas layanan pendidikan semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Ia menambahkan, salah satu tantangan utama yang dihadapi guru PAUD di Nias Selatan adalah keterbatasan akses informasi akibat kondisi jaringan internet yang masih kurang memadai. Selain itu, letak geografis wilayah kepulauan juga menyulitkan para pendidik untuk datang ke pusat kota guna memperoleh informasi, pelatihan, maupun peningkatan kapasitas.
Oleh karena itu diperlukan dukungan Pemerintah dan pihak terkait untuk mengatasi keterbatasan jaringan tersebut. Dengan demikian para Guru PAUD lainnya yang belum mendapatkan kesempatan pelatihan dan pendampingan akreditasi ini dapat difasilitasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....