Perubahan Mindset Anak, Kakan Kemenag Nisel Soroti Pentingnya Literasi

  • 16 Jul 2026 07:54 WIB
  •  Nias Selatan

RRI.CO.ID, Nias Selatan – Pendidikan saat ini menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Selatan, Fadlin Gea, S.Pd., menilai perubahan pola belajar akibat perkembangan teknologi menjadi salah satu penyebab menurunnya minat membaca di kalangan anak-anak.

Menurutnya, pada masa lalu buku menjadi sumber pengetahuan yang sangat berharga dan selalu dinantikan oleh para pelajar. Memiliki sebuah buku bacaan saja sudah menjadi kebanggaan karena memberikan kesempatan untuk memperoleh ilmu baru.

Namun, kondisi tersebut berbeda dengan generasi saat ini yang lebih akrab dengan perangkat digital dibandingkan buku cetak. Ketika berada di suatu tempat, banyak anak lebih dahulu mencari akses Wi-Fi daripada mencari bahan bacaan yang dapat menambah wawasan mereka.

“Kalau anak-anak sekarang, buku dianggap sepele dan lebih senang dengan gadget. Kalau kemana-mana biasanya yang dicari Wi-Fi karena bagi mereka itu yang penting dan inilah perubahan mindset,” ujar Fadlin Gea saat membuka pelaksanaan Pelatihan Pembelajaran Sejawat Bagi Fasilitator Kelompok atau Principal Professional Development (PPD), Rabu, 15 Juli 2026 oleh Program KREASI Save the Children di Hotel Yonas, Teluk Dalam.

Meski demikian, kata Fadlin, perkembangan teknologi tidak dapat dihindari dan tidak seharusnya ditolak. Yang terpenting adalah mengarahkan penggunaan gawai agar tetap mendukung penguatan literasi dan numerasi sehingga teknologi menjadi sarana belajar yang bermanfaat.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Selatan menyampaikan apresiasi terhadap Program KREASI yang dinilai mampu membangkitkan kembali semangat belajar peserta didik. Atas nama Kementerian Agama, ia berharap program tersebut dapat berjalan dengan baik hingga tahun 2028 dan bahkan diperpanjang karena manfaatnya telah dirasakan oleh para Guru.

Menurutnya, Program KREASI dapat menjadi penggagas berbagai kegiatan Pendidikan yang mendorong lahirnya inovasi di lingkungan sekolah. Ia berharap harapan tersebut dapat diwujudkan sehingga KREASI terus menjadi stimulan dalam memperkuat literasi, numerasi, dan kualitas pembelajaran bagi generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....