WVI Ajak Semua Pihak Bersinergi Bangun Ekosistem Pendidikan yang Kuat

  • 10 Jul 2026 06:27 WIB
  •  Nias Selatan

RRI.CO.ID, Nias Selatan - Area Program (AP) Manager Wahana Visi Indonesia (WVI) Cluster Sumatera, Jhon Eris Purba menegaskan bahwa dalam ekosistem pendidikan, orang tua memegang peran yang sangat kuat. Karena itu, ia berharap cara pandang masyarakat terhadap pendidikan berubah dengan menempatkan keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun kualitas pyendidikan.

Menurutnya, kemajuan Pendidikan di desa maupun wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) tidak harus selalu menunggu kebijakan atau regulasi Pemerintah yang belum tentu berjalan efektif. Perubahan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan bersama sehingga mampu menciptakan perbedaan nyata bagi kemajuan Kabupaten Nias Selatan.

"Jangan menyalahkan Guru di sekolah dulu, kan mereka juga kebanyakan kerja. Itu yang saya bilang, cara berpikir mengembalikan modal awal, baik rumah tangga baru, yang sudah lama, karakter itu yang kita perjuangkan," ujarnya pada Lokakarya Penyesuaian Fokus Ekosistem Pendidikan di Kabupaten Nias Selatan yang digelar Program KREASI Save the Children di Hotel Yonas Teluk Dalam, Kamis, 9 Juli 2026.

Ia mencontohkan bahwa banyak perpustakaan desa yang telah dibangun, tetapi tidak mampu memberikan dampak yang optimal. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan fisik saja tidak cukup tanpa adanya kesadaran kolektif yang didorong melalui berbagai elemen masyarakat.

Lokakarya Penyesuaian Fokus Ekosistem Pendidikan di Kabupaten Nias Selatan, Kamis, 9 Juli 2026. (Foto: RRI/Anoverlis)

Selain itu, Jhon Purba menilai perlu dilakukan identifikasi terhadap para pemerhati Pendidikan, baik dari jalur formal maupun nonformal. Tokoh-tokoh yang memiliki kepedulian dan kapasitas tersebut diharapkan menjadi penggerak perubahan serta mengambil tanggung jawab untuk memikirkan masa depan pendidikan.

Menurutnya, nilai-nilai tanggung jawab dan kepedulian terhadap pendidikan mulai memudar sehingga perlu dikembalikan. Setiap orang memiliki kewajiban untuk menyadarkan para orang tua, sekaligus menemukan pelaku-pelaku perubahan yang mampu bekerja nyata, bukan sekadar menyampaikan gagasan.

"Jadi kalau kita berbicara seperti ini, kita harus marah, harus emosi, harus terganggu, harus gelisah bahwa kualitas Pendidikan kita biasa-biasa saja.Harus begitu kalau kita mau ada perubahan dalam Pendidikan," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penggunaan data sebagai dasar dalam menyelesaikan persoalan Pendidikan secara tepat sasaran. Dengan demikian Pemerintah serta pemangku kepentingan dapat menyusun program yang terarah sehingga setiap pertemuan dan perencanaan pembangunan pendidikan di Nias Selatan menghasilkan langkah konkret, bukan sekadar diskusi tanpa tindak lanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....