Maknai Ngabuburit Nunggu Buka Puasa di Kota Telukdalam - Nias Selatan
- 04 Mar 2026 12:42 WIB
- Nias Selatan
RRI.CO.ID: Bulan suci Ramadhan merupakan momen yang selalu dinantikan oleh kaum Muslim di seluruh dunia, termasuk masyarakat Telukdalam, Nias Selatan. Momen tersebut merupakan waktu untuk bisa berkumpul bersama keluarga, melaksanakan ibadah puasa dengan berbagai pengalaman dan tantangan yang baru.
Biasanya dalam momen Ramadhan selama menjalankan ibadah puasa selama 30 hari, ada istilah yang sering digunakan dimomen ini yaitu ngabuburit. Banyak masyarakat sering menggunakan istilah ini disaat sore, berkumpul bersama sambil menunggu waktu berbuka puasa. Apakah arti ngabuburit?
Berdasarkan sejarahnya, ngabuburit berasal dari bahasa Sunda, yaitu "burit" yang berarti sore atau waktu menjelang petang. Sering dimaknai sebagai aktivitas menunggu sore menuju adzan magrib. seiring waktu, kata ngabuburit sering digunakan oleh masyarakat secara umum bahkan digunakan sebagai bahasa nasional. Hingga saat ini, kata tersebut tidak pernah lepas dari momen Ramadhan sembari menunggu waktu berbuka puasa atau menunggu adzan magrib.
Selain itu, ngabuburit juga dimaknai dengan berburu takjil atau berbagai kuliner yang dijual oleh UMKM yang menyediakan berbagai makanan khas Ramadhan. Masyarakat kota Telukdalam juga tidak ketinggalan dengan aktivitas tersebut. Tidak hanya Muslim, namun juga umat non-muslim juga berburu takjil dimomen bulan puasa tahun 2026 ini.
Menunggu waktu berbuka juga, aktivitas lainnya yang dilakukan yaitu pengajian. Sambil menunggu waktu berbuka, beberapa komunitas tau kelompok melakukan pengajian, tadarus demi mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga puasa dapat dijalani dengan penuh hikmat. Selain itu juga, memaknai ngabuburit dengan melakukan bakti sosial seperti berbagi takjil kepada pengendara motor di sekitaranya Kota Telukdalam, Nias Selatan.
Dengan melakukan kegiatan positif untuk memaknai arti "ngabuburit" dalam momen Ramadhan, tentu membuat setiap tahun menjadi bermakna sehingga tidak pernah lepas untuk bisa dilakukan. Bukan tentang makanan, kegiatan, ataupun hal yang jika dilihat membuat status sosial menjadi baik. Namun, makna dari kegiatan yang dilakukan memberikan dampak positif untuk menjaga silaturahmi terhadap sesama dibulan suci Ramadhan.