Kepala Bakamla RI Ungkap Peran Multisektor dan Manfaat SPKKL bagi Nisel

  • 16 Sep 2026 08:26 WIB
  •  Nias Selatan

RRI.CO.ID, Nias Selatan - Pembangunan Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Bakamla RI di Nias Selatan dihadirkan untuk menjalankan berbagai fungsi strategis pengawasan perairan. Selain menegakkan hukum di laut, pangkalan ini dirancang untuk memberikan bantuan kedaruratan serta peringatan dini bencana bagi masyarakat lokal.

Kepala Bakamla RI, Laksdya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr., Opsla., menegaskan bahwa cakupan tugas lembaga yang dipimpinnya sangat luas dalam menjaga wilayah perairan nasional.

"Bakamla tidak hanya menjaga keselamatan, menjaga keamanan, menegakkan hukum di laut, kami juga melaksanakan bantuan kepada pemerintah daerah dan masyarakat apabila perlu ada emergensi," ujarnya saat menghadiri pelaksanaan peletakan batu pertama pembangunan Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Bakamla RI di Kecamatan Fanayama, Selasa, 15 September 2026.

Dalam menunjang operasional pemantauan, lanjutnya, SPKKL Nias Selatan akan dilengkapi dengan teknologi pengamatan mutakhir seperti radar dan kamera jarak jauh. Data pengamatan tersebut akan terintegrasi secara real-time ke pusat komando di Batam, Jakarta, Manado, hingga Ambon untuk dibagikan ke instansi daerah.

Sistem pemantauan ini juga bekerja sama dengan BMKG dalam menyalurkan informasi mitigasi bencana kepada masyarakat pesisir. Fasilitas modern tersebut siap memberikan peringatan dini jika terjadi cuaca buruk, gelombang tinggi, hingga potensi bencana tsunami.

Manfaat kehadiran SPKKL ini diklaim sudah mulai dirasakan oleh warga sekitar bahkan sebelum proses konstruksi selesai. Dampak ekonomi seperti kenaikan nilai jual tanah di sekitar area pembangunan menjadi salah satu indikator perkembangan kawasan secara alamiah.

Kepala Bakamla RI, Laksdya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr., Opsla disambut oleh Danlanal Nias, Letkol Laut (P) Tomosa Uskarlind Larosa, M.Tr.Opsla. (Foto: RRI/Anoverlis)

"Selain itu, Bakamla juga di setiap SPKKL akan membina masyarakat sebagai perpanjangan mata dan telinga karena fasilitasnya masih terbatas yang kami sebut Relawan Penjaga Laut atau RAPALA. Jadi RAPALA sekarang di seluruh Indonesia sudah sekitar 500 orang lebih dengan harapan disini juga ada masyarakat yang bisa bergabung untuk membangun dan menjaga laut kita agar semakin maju," ujarnya.

Pemerintah daerah dan seluruh instansi di Nias Selatan diimbau untuk mengoptimalkan keberadaan fasilitas milik negara ini demi kepentingan bersama. Kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu mendorong kemajuan ekonomi serta mewujudkan perairan yang aman dan sejahtera.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....