Langkah Strategis Bawomataluo Menjadi Warisan Dunia UNESCO
- 13 Feb 2026 14:32 WIB
- Nias Selatan
RRI.CO.ID, Nias Selatan: Desa Adat Bawomataluo di Kabupaten Nias Selatan semakin memantapkan langkah dalam mengejar predikat bergengsi sebagai Warisan Dunia (World Heritage) UNESCO. Hal ini ditandai dengan digelarnya kegiatan sosialisasi bertajuk "Langkah-Langkah Persiapan Kawasan Cagar Budaya Bawomataluo Menuju Nominasi World Heritage" yang berlangsung pada Jumat (13/2/2026) di Desa Bawomataluo.
Acara yang strategis ini mempertemukan berbagai elemen pemerintah dan tokoh masyarakat untuk menyelaraskan visi dalam memenuhi kriteria ketat yang ditetapkan oleh organisasi internasional tersebut.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Nias Selatan, Anggraini Dachi, SP., M.Si, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas dukungan penuh dari berbagai pihak. Ia menegaskan bahwa kehadiran para pemangku kepentingan merupakan modal kuat bagi Sumatera Utara, khususnya Nias Selatan, dalam kancah internasional.
"Pertemuan ini bukan sekadar diskusi teknis, melainkan langkah awal yang krusial untuk menjadikan Bawomataluo sebagai bagian dari sejarah dunia. Kami belajar banyak dari pengalaman Sumatera Utara sebelumnya dalam meraih pengakuan UNESCO," ujar Anggraini.

Dalam sosialisasi tersebut, dipaparkan sejumlah langkah strategis yang harus segera ditempuh, antara lain, Identifikasi Nilai Universal Luar Biasa (OUV) dalam artian menonjolkan keunikan arsitektur rumah adat Omo Sebua dan tradisi lompat batu (Fahombo).
Penguatan Rencana Pengelolaan, guna memastikan adanya regulasi yang melindungi kawasan dari kerusakan fisik maupun degradasi nilai budaya.
Partisipasi Komunitas, untuk menempatkan masyarakat lokal sebagai penjaga utama kelestarian tradisi.
Anggraini Dachi juga memberikan penekanan khusus pada aspek keberlanjutan. Menurutnya, status UNESCO bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan tanggung jawab besar untuk menjaga keaslian dan integritas budaya yang ada di tengah arus modernisasi.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan masyarakat adat, Nias Selatan optimistis mampu membawa "Desa Matahari" ini diakui secara global. Kegiatan ini diharapkan dapat memicu tindakan nyata dalam menjaga keunikan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kawasan Cagar Budaya Bawomataluo sendiri dikenal luas dengan tata ruang pemukiman megalitik yang masih sangat terawat, menjadikannya salah satu kandidat kuat dari Indonesia untuk masuk ke dalam daftar tetap Warisan Dunia UNESCO pada periode mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....