Konsistensi Rasa dan Promosi Digital Jadi Strategi UMKM Ini Jalankan Usaha
- 11 Sep 2026 18:14 WIB
- Nias Selatan
RRI.CO.ID, Nias Selatan - Menjalankan usaha makanan rumahan di tengah persaingan membutuhkan strategi agar pelanggan tetap bertahan dan kembali melakukan pembelian. Hal tersebut juga diterapkan Ananda Tarigan dalam mengembangkan Edak Tigan, usaha kuliner yang dirintisnya di Teluk Dalam, Nias Selatan.
Ia menyebut mempertahankan rasa menjadi prinsip utama dalam menjalankan bisnis makanan. Menurutnya, kualitas produk harus tetap konsisten meski jumlah pelanggan semakin bertambah.
“Poin pertama jual apa pun, di mana pun, itu pertahankan rasa. Jangan hari ini enak, besok udah beda,” kata Ananda, Jumat, 11 September 2026. Ia menilai kepercayaan pelanggan dapat hilang apabila kualitas makanan menurun setelah sebuah usaha mulai mendapatkan banyak pembeli.
Strategi berikutnya adalah memanfaatkan media sosial untuk memperluas pemasaran. Ia menggunakan Facebook Pro sekaligus membangun personal branding melalui konten memasak yang telah ia lakukan sejak sebelum menjalankan Edak Tigan.
“Menurut saya, strategi yang harus ya, oleh semua UMKM, dari yang menengah ke bawah sampai menengah ke atas, pertama pertahankan rasa, yang kedua gunakan sosial media sebagai bahan untuk promosi,” ujarnya. Strategi tersebut dinilai efektif karena sebagian besar pelanggan Edak Tigan berasal dari orang-orang yang mengetahui produknya melalui media sosial.
Dalam mengelola produk, Ananda juga berusaha menjaga kesegaran makanan dengan tidak menyimpan produk terlalu lama. Dimsum, risol dan jamu biasanya dipersiapkan sehari sebelum dijual, sementara es mambo dibuat dalam jumlah stok tertentu karena memiliki daya simpan yang lebih panjang.
Ia juga menerapkan strategi promosi melalui paket dan bonus untuk menarik pelanggan. Salah satunya pada produk jamu, di mana pembelian dalam jumlah tertentu mendapatkan tambahan isi sehingga konsumen merasa memperoleh nilai lebih dari harga yang dibayarkan.
Selain pemasaran, ia mengingatkan calon pelaku usaha untuk memahami kondisi pasar di daerah masing-masing sebelum menentukan produk. “Harus kita lihat apa yang tersedia di tempat kita dan apa yang nggak ada di tempat kita,” ungkapnya.
Ia juga menyarankan calon pelaku UMKM tidak terlalu takut memulai usaha karena modal awal tidak selalu harus besar. Ananda mengatakan dirinya memulai Edak Tigan dengan modal sekitar Rp500 ribu dan mengandalkan keuntungan dari penjualan untuk terus memutar modal usaha.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....