Pelayanan Terbaik Jadi Kunci Mempertahankan Usaha Jasa Pariwisata
- 01 Feb 2026 20:29 WIB
- Nias Selatan
RRI.CO.ID, Nias Selatan - Pasang surut dalam dunia usaha merupakan hal biasa bagi Meriba Bu'ulolo, pemilik sekaligus pengelola Nayara Cafe yang berlokasi di Pantai Tetezou Desa Tetezou Kecamatan Lahusa Kabupaten Nias Selatan. Sejak membuka usaha tersebut di tahun 2019, tentunya tidak setiap saat pengunjung yang datang akan membawa rejeki yang berlimpah.
"Ada musim ramai, ada juga nggak, jangan sampai semangat kendor," ungkapnya kepada RRI, Sabtu 31 Januari 2026. "Bersyukur selalu, kalau kita sudah bekerja pasti Tuhan kasih hasilnya."
Perempuan yang akrab disapa Ina Ines Baene ini mengemukakan, kenyamanan pengunjung menjadi prioritas yang harus diutamakan. Sehingga tidak heran jika untuk parkiran, menggunakan Kamar Mandi atau hanya sekedar duduk-duduk di Pondok yang tersedia, semuanya tidak dikenakan biaya alias gratis.
Dengan memberikan pelayanan terbaik, ia meyakini akan mendapatkan hasil yang baik. Dengan prinsip seperti itulah, ia masih mampu mempertahankan usaha tersebut bahkan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan melalui penambahan fasilitas lainnya.
Meski demikian, jumlah pengunjung yang tidak menentu ini menjadi kendala bagi Ina Ines untuk semakin mengembangkan usahanya. Oleh karena itu ia berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Nias Selatan bisa memberikan perhatian agar pelayanan yang ia berikan kepada pengunjung lebih maksimal.
"Maunya fasilitas bisa bertambah, ada permainan untuk anak-anak juga," katanya berharap. "Apalagi kalau ada bantuan dari Pemerintah, pasti usaha ini bisa lebih berkembang lagi."
Penggunaan media sosial yang masih minim juga menjadi tantangan lainnya yang dihadapi Ina Ines dalam mempromosikan usahanya tersebut. Saat ini, ia masih mengandalkan promosi dari mulut ke mulut agar semakin banyak pengunjung yang tertarik datang kesana.
Selain pemandangan alam Pantai Tetezou yang indah dan lingkungan yang bersih, Nayara Cafe miliknya juga menawarkan menu dengan harga murah sehingga bisa menjangkau pengunjung dari kalangan manapun. Menu yang dimaksud adalah pisang goreng seharga seribu Rupiah, misop seharga Rp13.000 dan kopi atau teh panas seharga Rp5.000.