Ustad Fahmi Hulu Ajak Umat Memperbarui 'Perahu Kehidupan'

  • 03 Okt 2026 16:59 WIB
  •  Nias Selatan

RRI.CO.ID, Nias Selatan - Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Nias Selatan, Ustad Fahmi R. Hulu, S.Kom.I., mengajak umat Islam untuk senantiasa melakukan introspeksi dan memperbarui niat dalam menjalani kehidupan.

Pesan tersebut disampaikan saat membahas kandungan Al-Qur’an Surah Al-Hasyr ayat 18 tentang pentingnya memperhatikan apa yang dipersiapkan untuk hari esok dalam program Mimbar Islam RRI Nias Selatan, Jumat, 2 Oktober 2026 yang mengangkat tema 'Makna Muhasabah'.

Menurut Fahmi, pesan ayat tersebut mengingatkan manusia agar setiap hari, bahkan setiap saat, berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Ia mengibaratkan kehidupan seperti sebuah perahu yang harus terus diperbarui agar dapat membawa manusia menuju tujuan akhir yang diibaratkan sebagai pulau akhirat.

"Pulau akhirat itu memiliki arti tempat orang-orang dimana nanti mereka akan mendapatkan kenikmatan-kenikmatan bagi mereka yang dekat dengan Tuhannya. Tapi justru sebaliknya ada orang-orang juga yang mendapatkan keburukan-keburukan bagi yang memang mereka tidak melaksanakan akan perintah dari Tuhan mereka tersebut," ujarnya.

Ia menjelaskan, perjalanan menuju akhirat membutuhkan proses, persiapan, serta bekal berupa amal ibadah karena manusia tidak mengetahui berbagai cobaan yang akan dihadapi dalam kehidupannya. Badai kehidupan, menurutnya, dapat hadir dalam berbagai bentuk, termasuk kenikmatan dunia yang membuat seseorang terlena dan lupa mengingat Allah SWT.

Ustad Fahmi juga mengingatkan umat untuk senantiasa mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT. Ia menyebut dua nikmat yang kerap dimiliki manusia, yakni waktu senggang dan kesehatan, sebagai karunia yang perlu dijaga dan dimanfaatkan dengan baik.

Selain bersyukur, Fahmi mengajak masyarakat untuk menjadi manusia yang memberikan manfaat bagi orang lain. Menurutnya, keberadaan seseorang idealnya dinantikan ketika dibutuhkan dan ketidakhadirannya menimbulkan rasa kehilangan karena selama hidupnya ia menebarkan kebaikan.

Ia mencontohkan bentuk kebermanfaatan itu dapat diwujudkan melalui tenaga, kemampuan, maupun bantuan finansial kepada orang lain yang membutuhkan. Sebaliknya, ia mengingatkan agar manusia tidak membiasakan diri menolak membantu dengan alasan tidak memiliki sesuatu untuk diberikan, karena kehidupan seharusnya diisi dengan kontribusi dan kebaikan.

"Maka dalam konteks kehidupan senantiasalah kita menjadi orang-orang yang bermanfaat kalau kita akan diingat oleh orang lain," ungkapnya.

Di akhir kajiannya, Fahmi kembali mengajak umat untuk memperbarui “perahu kehidupan” dengan memperbanyak amal, menjaga rasa syukur, dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama. Ia juga memanjatkan doa agar umat memperoleh ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal dan baik, serta amal ibadah yang diterima dan terus memberikan kebaikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....