Renungan Kristen: Bergembira dalam Tuhan meski dalam Penderitaan

  • 19 Apr 2026 23:03 WIB
  •  Nias Selatan

RRI.CO.ID, Nias Selatan - Ketika seseorang sakit, atau usaha bangkrut, keluarga berantakan, bagaimana mungkin ia bergembira? Seseorang tidak dapat merasakan kegembiraan ketika keadaannya tidak baik-baik saja.

Tetapi dari kehidupan Nabi Habakuk, umat Kristen dapat belajar bahwa seseorang bisa bergembira dalam Tuhan meski dalam penderitaan sekalipun. Pernyataan ini didasari oleh dua hal.

"Pertama, karena Tuhanlah yang empunya dunia dan memiliki kuasa," kata Pdt. Citra Dewi Mendrofa, S.Th dalam khotbahnya dihadapan Jemaat Gereja GNKP-Indonesia Teluk Dalam, Minggu 19 April 2026. Khotbah tersebut dikutip dari Habakuk 3 : 10 - 19 dengan tema 'Bergembira dalam Tuhan'.

Menurut Pdt. Citra, Nabi Habakuk meyakini bahwa Allah memiliki kuasa atas segalanya. Sehingga meski sedang berada dalam situasi penderitaan, ia percaya bahwa Allah yang ia sembah adalah Allah yang berkuasa.

"Kedua, kita meyakini bahwa Allah mampu menyelamatkan umatNya," ujarnya. "Seperti bangsa Israel yang menderita saat berada dalam masa pembuangan di Babel, kita juga mampu menerima keadaan yang kita alami sambil meyakini bahwa Allah menolong kita."

Pdt. Citra mengungkapkan, adalah hal yang wajar ketika seseorang mempertanyakan kehadiran Allah saat sedang menghadapi penderitaan. Akan tetapi, Jemaat diajak meyakini kedua hal tersebut agar dapat bergembira di dalam Tuhan.

Ia juga mengingatkan Jemaat untuk tetap berdoa dan meminta pertolongan Tuhan. Sehingga melalui penyertaan Allah, orang percaya dapat merasakan sukacita dalam keadaan apapun yang dihadapinya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....