Pesan Pentakosta, Roh Kudus Membawa Persatuan ditengah Perbedaan Karunia
- 24 Mei 2026 17:07 WIB
- Nias Selatan
RRI.CO.ID, Nias Selatan - Peringatan hari Pentakosta atau turunnya Roh Kudus merupakan salah satu hari yang penting bagi umat Kristen. Melalui peringatan ini, orang Kristen diingatkan akan janji Tuhan untuk menyertai umatNya melalui kehadiran Roh Kudus.
Namun, tidak hanya sekedar mengingat hal tersebut, menurut Pdt. Citra Dewi Mendrofa, S.Th, terdapat dua hal yang harus dipahami terkait Roh Kudus. Hal ini berdasarkan tema perenungan Pentakosta yang diangkat GNKP-Indonesia 'Ragam Karunia Dalam Satu Roh' (I Kor. 12 : 3 - 11).
Hal yang pertama adalah bahwa Roh Kudus merupakan pemberian atau karunia Tuhan (ayat 4-6). Ketika umat menyadari bahwa Roh Kudus adalah pemberian Tuhan dan bukan pemberian manusia atau diadakan oleh manusia sehingga tidak boleh ada kesombongan.
"Paulus menulis surat ini kepada Jemaat di Korintus karena saat itu terjadi perpecahan akibat perbedaan pemahaman akan karunia Roh Kudus," kata Pdt. Citra dalam khotbahnya dihadapan Jemaat GNKP-Indonesia Teluk Dalam, Minggu 24 Mei 2026. "Disini Paulus menegaskan kepada kita bahwa Roh Kudus itu adalah pemberian Tuhan sehingga tidak boleh ada yang menyombongkan diri."
Hal yang kedua adalah bahwa kehadiran Roh Kudus membawa ragam karunia dalam hidup manusia (ayat 7-11). Ada yang diberi karunia bernubuat, menyembuhkan penyakit atau memberitakan Firman Tuhan.
"Keragaman wujud karunia Roh Kudus ini bukan bermaksud menimbulkan perpecahan," tegasnya. "Tetapi bermanfaat untuk manusia sehingga dapat mempersatukan umat."
Ibarat satu tubuh tetapi terdiri dari beberapa bagian, kata Pdt. Citra, demikian kehadiran Roh Kudus bertujuan melengkapi perbedaan satu sama lain menjadi sebuah kesatuan. Dengan mengerjakan karunia yang kita miliki secara sungguh-sungguh baik dalam pekerjaan, pelayanan maupun dalam keluarga maka kita dapat melakukan segala sesuatu sesuai kehendak Tuhan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....