Preferensi Wisatawan Tiongkok di Indonesia Berubah

  • 15 Sep 2024 20:58 WIB
  •  Medan

KBRN, Beijing: Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing mencatat adanya perubahan preferensi wisatawan China yang berkunjung ke Indonesia pasca pandemi COVID-19.

Dewi Avilia, Konselor untuk Urusan Informasi, Sosial, dan Budaya KBRI Beijing, mengungkapkan bahwa meskipun Bali masih menjadi destinasi yang sangat dikenal, wisatawan China kini mencari pengalaman wisata yang lebih dekat dengan alam dan jauh dari keramaian.

“Kawah Ijen dan Bromo sangat populer di media sosial China, seperti platform Xiong Hongsu. Wisatawan langsung menyebutkan nama Bromo dan tahu tentang Ijen,” kata Dewi saat diwawancara RRI, Jumat (14/9/2024) pada acara The Ninth Colorful World-Cultural Exhibition of Countries along the Belt and Road di Shougang Park, Beijing,

Kedua destinasi ini menonjol karena menawarkan pengalaman alam yang unik, sesuai dengan tren wisata baru di kalangan turis China yang lebih menyukai tempat-tempat tenang dan menawarkan pengalaman "healing".

Dewi juga menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia terus mempromosikan lima destinasi super prioritas seperti Labuan Bajo dan Mandalika, namun destinasi alternatif seperti Kawah Ijen dan bentuk wisata Kesehatan (wellness tourism), seperti spa dan yoga, semakin diminati.

Selain keindahan alam, keramahan masyarakat Indonesia menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan China. Namun, Dewi mencatat bahwa fasilitas informasi di beberapa objek wisata perlu ditingkatkan, terutama dengan menyediakan panduan dalam bahasa Mandarin.

"Ini menjadi aspek penting yang harus diperbaiki agar wisatawan China merasa lebih nyaman," ujarnya.

Dewi juga menekankan pentingnya memahami budaya China sebagai bagian dari upaya menarik lebih banyak wisatawan dari negara tersebut. Dengan pemahaman budaya yang lebih baik, Indonesia dapat menawarkan pengalaman wisata yang lebih personal dan menarik bagi wisatawan China.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....