Risma-Gus Hans Tutup Debat dengan Komitmen Janji Perubahan

  • 19 Okt 2024 09:31 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Calon Gubernur Cagub dan Calon Wakil Gubernur Cawagub Jatim nomor urut 3 Tri Rismaharini dan Zahrul Azhar Asumta menutup debat perdana dengan menyoroti masyarakat miskin dan marjinal.

Keduanya menyinggung soal terobosan perubahan hingga komitmen seorang pemimpin. "Anak-anakku, Bapak Ibu semuanya, SMA SMK Negeri swasta dan pondok pesantren, para pengasuh pondok pesantren, para orang tua yang saat ini masih bingung dengan kebutuhan anak-anaknya untuk sekolah, termasuk rayonisasi dan para ibu rumah tangga serta warga Jawa Timur yang sedang berjuang untuk kehidupan yang lebih baik, Kami, saya dan Gus Hans akan hadir di antara Bapak Ibu sekalian, panjenengan semuanya untuk bersinergi bersama bejerja bersama dengan para kepala daerah Walikota Bupati para Camat para Lurah dan kepala desa dengan terobosan perubahan yang lebih baik melalui resik-resik Jawa Timur. "ujarnya.

Menurutnya, itu semuanya bisa terjadi kalau Pemimpin Jawa Timur memiliki prinsip selalu berpihak dengan orang-orang yang miskin, orang-orang yang terlupakan dan orang-orang yang termarjinalkan.

"Bahwa Pendusta agama bukanlah orang yang menyobek bendera syahadat, Pendusta agama adalah orang yang menghardik anak yatim dan yang tidak mengurusi nasib-nasib orang miskin," ujarnya Gus Hans.

Mengutip Surat Al Ma'un, Gus Hans menegaskan pentingnya amanah memperhatikan nasib anak yatim, orang-orang miskin dan yang termarjinalkan.

"Maka kami dan Bu Risma akan selalu berpihak dan mengutamakan nasib orang-orang miskin dan yang termarjinalkan. Mengupayakan mereka akan menjadi orang-orang yang sejahtera dan makmur dalam hidupnya dan bisa beribadah dengan tenang dan bisa menjadi bagian dalam membangun bangsa dan negara Republik Indonesia," ujarnya.

Ia optimis jika Risma-Gus Hans memimpin Jawa Timur, maka dengan komitmen dan potensi yang ada hal tersebut akan terwujud. "Dan saya yakin Jawa Timur mampu dengan potensi yang ada asalkan pemimpinnya resik asalkan Pemimpin yang memiliki komitmen bahwa segala sesuatu amanah itu dipertanggungjawabkan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dan tidak untuk memperkaya diri sendiri," ucap Gus Hans.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....