BKKBN Jaga Keseimbangan TFR Menuju Indonesia Emas
- 09 Okt 2024 19:25 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang : BKKBN saat ini menyiapakan sumber daya manusia yang berkualitas di fase demografi 2025 – 2035 melalui keluarga. Dengan cara tetap menjaga keseimbangan Total Fertility Rate (TFR) atau angka kelahiran total yang ditargetkan 2,10.
Hal itu dinilai penting karena jika terlalu rendah juga akan mempengaruhi berbagai aspek, baik sosial maupun ekonomi. Plt Kepala BKKBN RI Sundoyo menyampaikan saat membuka simposium Nasional Kependudukan 2024 tentang "Transformasi Kebijakan Kependudukan Menuju Indonesia Emas 2045" di Universitas Sebelas Maret, Rabu (9/10/2024).
“Jadi kita harus menjaga bagaimana TFR kita tetap seimbang , oleh karena itu 2,18 yang secara nasional ini memang bisa kita turunkan. Namun ditiap tiap Propinsi, TFRnya ada gave yang luar biasa juga,” ungkapnya.
Untuk itu Sundoyo menilai perlunya intervensi terhadap Provinsi maupun Kabupaten / Kota yang gave TFRnya masih tinggi. Sehingga keluarga yang berkaualits tersebar secara merata.
“Nah ini diperlukan implementasi grand desain pembangunan kependudukan yang komprehensif. Untuk memastikan perkembangan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan ,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menyampaikan program makan bergizi gratis juga menyasar kepada ibu hamil. Kemudian juga ibu menyusui serta balita yang direalisasikan pada 2025.
“Program untuk menyelesaikan semua tahapan pertumbuhan dari anak, mulai dari dalam kandungan. Maka juga menyasar ibu hamil, menyusui, balita sampai anak SMA , karena satu rangkaian yang tidak bisa dipecah,” tegas Dadan .
Menurutnya jika salah satu dari unsur tersebut tidak diintervensi maka tidak akan bisa maksimal hasilnya sehingga harus dikerjakan secara bersama – sama.
“Untuk itu kita berkaloborasi dengan semua unsur termasuk BKKBN dengan penanganan stuntingnya, karena kami diberi kewenangan untuk intervensi gizinya,” pungkasnya.
Sebelumnya Ketua Tim Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan Porf. Dr Hatono menyampaikan, dukunganya terhadap Transformasi Kebijakan Kependudukan Menuju Indonesia Emas. “Tentu membuatkan kajian-kajian yang akan kita berikan kepada Pemerintahan baru, agat dapat mengambil kebijakan yang tepat terkait kependudukan,” ungkapnya.
Rep Gautama
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....