Unair Kembali Perkuat Literasi Perubahan Iklim Generasi Muda
- 11 Jul 2024 11:53 WIB
- Surabaya
KBRN, Sidoarjo : Universitas Airlangga (Unair) kembali menggelar penguatan literasi perubahan iklim dengan menggandeng berbagai pihak, utamanya generasi muda dalam aksi nyata adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.
Penguatan literasi perubahan iklim itu menghadirkan beberapa komunitas peduli lingkungan, perwakilan universiti Malaysia Sabah hingga Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang digelar di Balai Desa Larangan, Candi, Sidoarjo, Kamis (11/7/24).
Penanggung jawab pengabdian masyarakat perwakilan Unair Dr. Azizah mengatakan, perubahan iklim menjadi mawas bersama mengingat dampaknya yang dapat merubah tatanan lingkungan. Mulai dari musibah, global warming dan berbagai penyakit yang ditimbulkan.
"Mereka yang beraksi di dalam program kampung iklim, tingkat kesadarannya mayoritas adalah usia yang sempurna pada lingkungan itu. Lebih banyak didominasi oleh para mereka yang sambung, seperti mereka sudah pensiun siapa yang akan menggantikan. Nah itulah, kita bahu-membahu untuk mengajak para generasi muda untuk care terhadap kondisi alam kita. Karena bumi kita hanya satu siapa yang akan melindungi bumi kita," kata Azizah.
Dia menegaskan, tujuan dari acara tersebut utamanya untuk mendidik generasi muda yang akan melanjutkan menjaga bumi dari ancaman perubahan iklim.
"Bumi kita ini hanya satu masa mau pindah ke planet lain kan enggak mungkin, ya karena itu kita mewariskan ilmu untuk menjaga lingkungan agar generasi kita juga mendapatkan udara yang bersih air yang bersih kualitas sdm yang bagus itu," harapnya.
Azizah mengaku sengaja memilih desa Larangan, mengingat desa tersebut adalah desa binaan Unair yang sudah bertahun-tahun terus melakukan inovasi dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim melalui terobosan baru dan binaan Unair.
Perwakilan Non Governmental Organization (NGO) Enviro Earth Zaneta Aaqilah Salsabila yang turut hadir dalam acara itu, mengaku antusias mengikuti pemaparan pengetahuan terkait ancaman dari perubahan iklim. Menurutnya, generasi muda wajib turut serta menjaga bumi, utamanya lingkungan disekitarnya.
"NGO Enviro Earth ini adalah kumpulan anak-anak muda yang peduli dengan lingkungan melalui berbagai aksi, termasuk sosialisasi dan mitigasi nya. Kami aktif di sosial media untuk memberikan pemahaman dan mengajak generasi muda lainnya, untuk adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Seperti yang kita tahu bersama bahwa bumi kita semakin panas dan pencemaran lingkungan dari berbagai sektor semakin marak, kami mengajak generasi lainnya untuk lebih peduli," ungkap Zaneta.
Senada diungkapkan Kepala Desa Larangan Agus Siswanto, ia mengatakan bawah desanya adalah salah satu desa binaan tanggap perubahan iklim di Jawa Timur dengan komunitas dan hampir seluruh warganya yang peduli terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungannya.
"Adaptasi dan mitigasi perubahan iklim ini perlu kita pahami bersama melalui aksi nyata. Salah satu contoh dari pengertian mitigasi atau pencegahan ini kami telah membuat puluhan sumur resapan di tiap RT untuk menampung air hujan yang nantinya dapat dipergunakan jika musim kemarau juga untuk adaptasi lingkungan dalam mencegah banjir yang menjadi ancaman daerah dengan kepadatan penduduk," kata Agus.
Ia menambahkan, desa nya juga telah telah menerapkan zero ware house atau bank sampah tanpa gudang, sebagai upaya mitigasi perubahan iklim dan mendorong putaran ekonomi desa melalui pemanfaatan sampah daur ulang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....