Jamu Kini jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO
- 26 Apr 2024 12:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: UNESCO menyerahkan sertifikat inskripsi untuk Budaya Sehat Jamu atau Jamu Wellness Culture sebagai warisan budaya kepada Indonesia. Hal ini menjadi penanda jamu kini merupakan bagian dari Warisan Budaya Tak Benda UNESCO.
Baca juga: Indonesia Terima Sertifikat Inskripsi Warisan Budaya dari UNESCO
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim mengatakan, penetapan ini akan memperkuat upaya Indonesia untuk melindungi dan mengembangkan jamu sebagai warisan budaya. Sekaligus berkontribusi terhadap kesehatan dan kesejahteraan global.
"Sebagai salah satu warisan budaya kita, jamu mewakili hubungan yang mendalam, bermakna, dan harmonis antara manusia dengan alam. Jamu telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia selama berabad-abad," kata Nadiem dalam keterangannya, Kamis (25/4/2024).
Nadiem pun mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi terhadap berbagai upaya pelestarian jamu sebagai budaya. Utamanya untuk kesehatan yang dilakukan berbagai pihak sejak lama.
"Terima kasih kepada seluruh pendukung budaya sehat jamu baik di dalam negeri maupun luar negeri, produsen, para peramu dan peracik, penjual, peneliti, komunitas. Kemudian juga pengusaha serta penikmat khasiat jamu yang telah bersama-sama menghidupkan ekosistem budaya kesehatan jamu hingga saat ini," ujarnya.
Sementara itu, Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid mengatakan, upaya meraih sertifikat ini tidak mudah, karena dilakukan berjenjang. Dia berharap sertifikat ini menjadi tambahan semangat untuk pelestarian budaya jamu.
"Setelah ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO, selain bangga, kita juga punya tugas untuk terus melestarikan warisan ini. Hal ini sebagai kontribusi Indonesia untuk peradaban dunia," kata Hilmar.
Baca juga: Sumbu Filosofis Yogyakarta Resmi jadi Warisan Budaya Dunia
Adapun penetapan Budaya Sehat Jamu atau Jamu Wellness Culture sebagai Warisan Budaya Tak benda UNESCO dilakukan pada 6 Desember 2023. Penetapan dilakukan dalam Sidang ke-18 di Kasane, Botswana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....