Indonesia Terima Sertifikat Inskripsi Warisan Budaya dari UNESCO

  • 26 Apr 2024 10:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Indonesia menerima dua sertifikat inskripsi warisan budaya dari UNESCO untuk sektor kebudayaan. Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid mengatakan, inskripsi itu sebagai penghargaan atas upaya melestarikan dan memajukan kebudayaan, sekaligus membagikannya kepada dunia.

“Setelah ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO, selain bangga, kita juga punya tugas untuk terus melestarikan warisan tersebut. Ini sebagai kontribusi Indonesia untuk peradaban dunia," kata Hilmar dalam acara penyerahan sertifikat inskripsi warisan budaya dunia, di Graha Insan Pendidikan Berprestasi, Kompleks Kemendikbudristek Jakarta, Kamis (25/4/2024).

Sertifikat pertama diberikan atas penetapan Sumbu Filosofis Yogyakarta dan penanda bersejarahnya atau The Cosmological Axis of Yogyakarta and Its Historic Landmarks. Penetapan sebagai Warisan Budaya Dunia dilakukan pada 24 September 2023 dalam Sidang ke-45 di Riyadh, Arab Saudi.

Sementara, sertifikat kedua atas penetapan Budaya Sehat Jamu atau Jamu Wellness Culture sebagai Warisan Budaya Tak benda UNESCO. Penetapan dilakukan pada 6 Desember 2023 dalam Sidang ke-18 di Kasane, Botswana.

Hilmar mengatakan, inskripsi dua warisan budaya ini menjadi momentum upaya dan sinergi komunitas, masyarakat, dunia usaha, serta pemerintah daerah dan pusat. Utamanya dalam prakarsa dan proses nominasi warisan budaya dunia sekaligus tindak lanjut pelestariannya.

“Sinergi yang baik tersebut perlu dipertahankan. Sehingga cita-cita para pendiri bangsa untuk memajukan budaya Indonesia dapat terpenuhi,” ujar Hilmar.

Menurutnya, penyerahan sertifikat dan arsip naskah nominasi Sumbu Filosofis Yogyakarta dan Budaya Sehat Jamu menjadi langkah awal untuk menjaga keberlanjutan kedua warisan budaya. Sehingga tetap hidup dan berkembang dalam ekosistem tradisional.

“Penyerahan sertifikat berinteraksi secara dinamis dengan kebudayaan serta warisan lain. Utamanya, pada kancah nasional dan internasional,” ucapnya.

Adapun, kedua penetapan tersebut merupakan realisasi peta jalan pelestarian cagar budaya dan pemajuan kebudayaan yang secara berjenjang. Di mana dimulai pada tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional, sampai internasional.

Pemajuan kebudayaan dilakukan secara sistematis melalui tahap-tahap pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan, serta pembinaan untuk tenaga dan lembaga kebudayaan. Penetapan itu akan memperkuat upaya Indonesia untuk melindungi dan mengembangkan jamu sebagai warisan budaya, serta berkontribusi terhadap kesehatan dan kesejahteraan global.

Penyerahan sertifikat inskripsi Warisan Budaya Dunia yang asli dari UNESCO diberikan Sekretaris Direktorat Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Yohpy Ichsan Wardana kepada Hilmar Farid. Selanjutnya sertifikat tersebut oleh Hilmar diserahkan kepada Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Imam Gunarto dan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat salinan Sumbu Filosofi Yogyakarta serta diakhiri dengan penyerahan sertifikat salinan Budaya Sehat Jamu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....