KAI: Indonesia Kekurangan Pakar Kereta Api

  • 23 Apr 2024 10:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Kurangnya tenaga ahli di bidang kereta api di Indonesia menjadi tantangan besar dalam mengembangkan industri ini. Sementara, rasio ketersediaan tenaga ahli industri ini masih kalah jauh dibandingkan negara-negara industri kereta api lainnya.

"Kita belajar dari teman-teman di Cina. Mereka expertise-nya sudah banyak sekali," kata EVP Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji di Jakarta, Senin (22/4/2024).

"Sekarang itu perkembangannya luar biasa, ada lingkungan. Kita gak punya ahli lingkungan yang betul-betul spesifikasi kereta api," kata Agus.

Salah satu aspek lingkungan yang terkait dengan perkeretaapian adalah kebisingan suara. Aplikasinya sudah diterapkan pada proyek Kereta Cepat Whoosh.

Baca Juga: Dua Tahun, 40 Persen Pelamar KAI Ber-IPK 3,5

Agus juga berharap dengan kehadiran kereta cepat di Indonesia juga akan mendorong lebih banyak pakar perkeretaapian di masa depan. Tidak sekadar menyerap teknologi-teknologi terkini, pakar tersebut juga mampu menerapkan manajemen-manajemen logistik kekinian yang ada di dunia internasional.

Salah satu akselerasi penyediaan tenaga ahli yang dirancang KAI adalah melalui program kepemimpinan yang dikemas dalam Management Trainee. Selama ini, tenaga-tenaga ahli yang sudah ada hanya berfokus pada wilayah operasional dan pemeliharaan.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....