SPSI Jatim Dorong Khofifah Maju Pilgub Jatim 2024
- 20 Feb 2024 17:10 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Ratusan anggota SPSI Jatim berkumpul di Kafe Executive milik Haji Ahmad Fauzi, di Pagerwojo, Sidoarjo, menyambut kehadiran Khofifah Indar Parawansa. Di Kafe kawasan Kavling DPR Sidoarjo ini, Khofifah menghadiri undangan tasyakuran HUT SPSI ke-51 dan Gasper ke-8.
Haji Ahmad Fauzi, Ketua SPSI Jawa Timur, mewakili ratusan ribu anggota SPSI Jatim, dan semua organisasi pekerja merasa sangat bersyukur karena acara HUT SPSI Jatim di GOR Delta Sidoarjo, 28 Januari 2024 lalu terbilang sukses.
"Menjelang hari itu, sekian jam sebelumnya kami dihubungi Bu Khofifah. Dan alhamdulillah acara kita sepanjang sejarah menjadi terbesar. Prediksi saya 40 ribuan hadir. Tapi ternyata 149.000 hadir," ujar Fauzi, kepada RRI Surabaya, Selasa (20/2/2024).
Pekikan takbir dan yel dukungan Khofifah pun menggema di kawasan Kafe yang telah didesain jadi posko Pemenangan Khofifah pertama di Sidoarjo ini.
"Itu artinya memang faktor adanya Bu Khofifah atau kita sebut Khofifah Effect. Saat ini kemudian keinginan teman-teman semua, Bu Khofifah, mau melanjutkan menjadi Gubernur Jatim, di Pilgub, November 2024 mendatang," tegas Fauzi.
Terdata dari yang hadir berjumlah 1500 orang, meski undangan disebar hanya 250 orang saja. Melihat dukungan itu, Khofifah pun tersenyum simpul. Khofifah menegaskan bahwa memang dirinya akan maju lagi di Pilgub Jatim, November 2024 mendatang.
"Mohon dukungan dan pangestunya. Salam sehat dan bahagia semuanya," ujarnya menyudahi sambutan.
Sebelumnya, Khofifah, menginformasikan bahwa terkait jadwal Pilkada serentak November 2024 mendatang, masih akan dibahas terlebih dahulu di dalam sidang DPR RI sekitar bulan Maret - April 2024.
Di momentum ini, Khofifah juga mengajak semua masyarakat menghargai kerja dan kinerja para pejuang demokrasi, yakni petugas Pemilu, terutama tingkat PPS. "Panjenengan semua lah pejuang demokrasi ini," ujarnya.
Dia berharap masyarakat tidak terpengaruh dengan isu-isu viral tentang penolakan hasil Pemilu, Pemilu ulang dan sebagainya. Sebab menurutnya, tidak ada kamus Pemilu ulang, namun yang ada justru hanya pemungutan suara ulang (PSU) karena terjadi surat suara tertukar, dan salah hitung surat suara semisal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....