Kementerian PU Optimalkan Bendungan Semantok, Hadapi Berkurangnya Suplai Air

  • 07 Okt 2026 14:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Pekerjaan Umum mengoptimalkan Bendungan Semantok, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, untuk menghadapi penurunan ketersediaan air akibat musim kemarau.
  • Pemerintah menyiapkan suplesi air sebesar 1,5 meter kubik per detik melalui Balai Besar Wilayah Sungai Brantas untuk memenuhi kebutuhan irigasi.

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengoptimalkan Bendungan Semantok, Nganjuk, Jawa Timur, guna menghadapi berkurangnya pasokan air akibat musim kemarau. Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Kementerian PU menyiapkan suplesi air sebanyak 1,5 meter kubik per detik.

Ini nantinya akan dialirkan menuju Daerah Irigasi (D.I) Waduk Bening yang melayani sekitar 8.845 hektare lahan pertanian. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga keandalan pasokan irigasi, khususnya di Kecamatan Rejoso dan wilayah sekitarnya.

Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan optimalisasi infrastruktur sumber daya air sangat penting untuk memastikan manfaat bendung air. Terutama ketika warga setempat menghadapi tekanan akibat kondisi cuaca yang berdampak terhadap ketersediaan air.

“Air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan," ujarnya, Rabu 7 Oktober 2026. "Karena itu, penanganan kekeringan harus cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air serta produktivitas pertanian tetap terjaga."

Suplesi air dilakukan dengan menambahkan pasokan dari sumber tersedia menuju sistem irigasi yang membutuhkan tambahan debit. Saat musim kemarau, Bendungan Semantok dioptimalkan untuk memperkuat pasokan menuju sistem DI Waduk Bening.

Bendungan ini sebelumnya telah dimanfaatkan untuk mengairi sekitar 1.906 hektare lahan pertanian di Kabupaten Nganjuk. Infrastruktur tersebut didukung jaringan irigasi sepanjang 25,92 kilometer saluran primer dan 78,20 kilometer saluran sekunder.

Jaringan tersebut menjadi bagian sistem layanan air untuk Daerah Irigasi Bening dan Ngomben serta wilayah Rejoso. Bendungan Semantok memiliki kapasitas tampungan sekitar 32 juta meter kubik dan luas genangan sekitar 365 hektare.

Selain mendukung irigasi, bendungan ini juga menyediakan air baku bagi masyarakat setempat. Bendungan tersebut diproyeksikan menyediakan pasokan sebanyak 312 liter per detik untuk tiga kecamatan.

Pasokan air baku tersebut diarahkan melayani kebutuhan masyarakat Kecamatan Rejoso, Lengkong, dan Gondang. Sementara pengendalian banjir diproyeksikan mampu mereduksi debit hingga sekitar 137 meter kubik per detik.

Optimalisasi Bendungan Semantok menunjukkan fungsi infrastruktur sumber daya air menghadapi tekanan musim kemarau. Infrastruktur tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan normal, tetapi juga memperkuat ketahanan layanan irigasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....