Dinkes Sumsel Perkuat Layanan Kesehatan Hadapi Kabut Asap

  • 07 Okt 2026 12:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan memperkuat kesiapsiagaan layanan kesehatan untuk mengantisipasi dampak kabut asap di Palembang yang berada pada kategori berbahaya.
  • Mitigasi kesehatan telah dilakukan sejak Juni 2024 untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
  • Kasi Surveillance dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Darsono, mengkonfirmasi bahwa kondisi kualitas udara yang berbahaya berisiko signifikan terhadap kesehatan masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan memperkuat kesiapsiagaan layanan kesehatan menghadapi kabut asap di Palembang. Kondisi kualitas udara yang berada pada kategori berbahaya dinilai berisiko terhadap kesehatan masyarakat.

Kasi Surveillance dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Darsono, mengatakan mitigasi telah dilakukan sejak Juni. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Untuk penanggulangan ini kita mulai dari bulan Juni terkait kesehatan. Kami melakukan mitigasi dan membuat peringatan kewaspadaan terhadap peningkatan kasus ISPA,” ujar Darsono dalam wawancara RRI Pro 3, Rabu, 7 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, kesiapsiagaan layanan kesehatan kini diperkuat dengan mengaktifkan puluhan puskesmas di Kota Palembang. Enam puskesmas rawat inap di antaranya disiagakan selama 24 jam.

“Kami mengaktifkan 42 puskesmas di Kota Palembang, enam di antaranya puskesmas rawat inap yang berjaga 24 jam. Selain itu, kami menyiapkan empat posko bantuan dari rumah sakit dan UPTD Dinas Kesehatan di wilayah strategis,” katanya.

Posko bantuan tersebut disiapkan untuk menjangkau masyarakat yang berada cukup jauh dari fasilitas pelayanan kesehatan. Selain memberikan penanganan, posko juga menjadi tempat pembagian masker kepada masyarakat.

“Dari posko-posko yang dilaporkan, untuk kasus kegawatdaruratan baru ada 26. Selain penanganan, kami juga membagikan masker,” ujar Darsono.

Menurut Darsono, pembagian masker telah dilakukan sejak Agustus untuk membantu masyarakat mengurangi paparan kabut asap. Jumlah masker yang dibagikan di Palembang telah mencapai lebih dari 400 ribu.

“Sejauh ini dari Agustus sudah lebih 400 ribu yang kita bagikan di Kota Palembang. Kalau di Sumatera Selatan hampir satu juta,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan yang dianjurkan selama kondisi kabut asap berlangsung.

Darsono mengatakan masyarakat dapat mendatangi fasilitas kesehatan ketika mulai mengalami keluhan akibat paparan asap. Posko dapat digunakan untuk kondisi kegawatdaruratan, sedangkan keluhan umum dapat ditangani di pelayanan dasar.

“Poskesmas adalah tempat pelayanan yang paling dasar dan paling lengkap. Kalau kondisinya masih keluhan, kami anjurkan ke pelayanan dasar dan itu semua gratis,” katanya.

Ia juga memastikan masyarakat tidak perlu khawatir untuk mendapatkan pelayanan kesehatan maupun rujukan. Seluruh rumah sakit di Sumatera Selatan diminta tetap menerima masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku.

“Tidak perlu khawatir mengakses pelayanan kesehatan dan termasuk rujukan. Seluruh rumah sakit di Provinsi Sumatera Selatan harus menerima sesuai dengan Permenkes 17 Tahun 2023,” ujar Darsono. (Nikita Yunistia Maryam)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....