Jajarannya Tidak Berjalan di Kebenaran, Presiden: Saya Persilakan Saudara Minggir
- 07 Okt 2026 04:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa seluruh jajaran pemerintahan harus berfokus pada peningkatan kemakmuran rakyat.
- Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan melaporkan hasil kerja tahap ke-VIII melalui penyerahan denda administratif kepada negara di Kantor Kejaksaan Agung.
- Acara pengarahan ini menunjukkan komitmen pemerintahan terhadap penyelamatan keuangan negara dan penguasaan kembali kawasan hutan secara berkelanjutan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa jajaran pemerintahan di bawah kepemimpinannya, harus bekerja demi kemakmuran rakyat. Penegasan ini disampaikan dalam acara pengarahan penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara serta penguasaan kembali kawasan hutan.
Acara tersebut digelar di Kantor Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026. Pada kegiatan ini, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) kembali menyetorkan hasil kerja tahap ke-VIII kepada negara.
Dalam kesempatan itu Presiden Prabowo mempersilahkan bagi jajarannya untuk mundur, bila tidak mampu bekerja untuk kepentingan kemakmuran rakyat. Hal ini sebagai penegasan akan komitmen pemerintah dalam mewujudkan kemakmuran bangsa dan rakyat Indonesia.
"Saya persilakan saudara-saudara dalam Satgas ini atau dalam jajaran pemerintahan saya, siapa yang tidak mau terus di atas jalan yang benar. Saya persilakan saudara minggir (dari jabatan) dengan baik," kata Presiden Prabowo dalam pidato pengarahannya, Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026.
Kepala Negara sebelumnya juga menilai bahwa beban dan tugas Satgas PKH dan seluruh jajaran pemerintahan memiliki tantangan besar. Terlebih lagi dalam berbagai kerja-kerja pemerintahan yang ingin mewujudkan kemakmuran rakyat Indonesia, kerapkali mengalami berbagai perlawanan.
"Pertentangan antara mereka yang di atas jalan yang benar, mereka yang ingin membela kebenaran, keadilan, kejujuran, dan mereka yang ingin membela kejahatan. Tantangan ini selalu ada, kita paham itu," ujar Kepala Negara.
Namun demikian ditekankan Presiden Prabowo, berbagai tantangan itu dapat dilawan dengan komitmen kuat untuk kemajuan bangsa dan negara. Presiden Prabowo menyatakan bahwa prinsip kebenaran dengan kepentingan rakyat Indonesia, menjadi landasan akan terwujudnya kemakmuran bangsa Indonesia.
"Pilihannya adalah pada diri kita, apakah kita berani memilih jalan kebenaran atau kita menyerah kepada kekuatan yang serakah, kekuatan yang tidak setia kepada bangsa ini. Percayalah kebenaran akan menang. Percayalah kita di atas jalan yang benar, kita tidak ragu-ragu," imbuh Presiden Prabowo Subianto.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....