PDHI dan Pemprov DKI Jakarta Gelar Sterilisasi dan Vaksinasi Kucing di Untung Jawa

  • 06 Okt 2026 19:44 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PDHI DKI Jakarta melaksanakan program sterilisasi kucing di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, sebagai bagian dari strategi pengendalian populasi hewan.
  • Program ini melibatkan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian untuk memastikan implementasi yang terkoordinasi.
  • Selain sterilisasi, peserta juga menerima vaksinasi rabies untuk meningkatkan kesehatan dan keselamatan masyarakat dari penyakit zoonosis.

RRI.CO.ID, Jakarta - Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) DKI Jakarta menggelar kegiatan sterilisasi bagi kucing di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu. Program ini bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP).

Selain sterilisasi, juga diberikan vaksinasi rabies. Ketua PDHI Cabang DKI Jakarta, Widiastuti, mengatakan kegiatan ini bagian dari program pengendalian populasi kucing di Kepulauan Seribu.

“Tujuannya adalah mengontrol populasi hewan penular rabies di Pulau Untung Jawa. Ini adalah kegiatan yang ke-8, kita nanti ada 9 kegiatan, yang terakhir nanti di Pulau Harapan bulan November,” kata Widiastuti , Selasa, 6 Oktober 2026

“Nah, kegiatan ini untuk mengatasi overpopulasi pada kucing liar di sini. Karena kalau tidak dilakukan risiko untuk penambah HPR (Hewan Penular Rabies) di wilayah Kepulauan Seribu ini akan meningkat terus,” ujarnya.

Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) DKI Jakarta Widiastuti ditemui wartawan saat kegiatan sterilisasi dan vaksinasi rabies bagi kucing di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Selasa, 6 Oktober 2026 (Foto: RRI/Tegar Haniv)

Menurutnya, program sterilisasi penting dilakukan. Hal ini mengingat kucing di wilayah kepulauan memiliki ketersediaan makanan yang cukup, sehingga dapat berkembang biak dengan cepat.

“Ini tentu saja menjadi gangguan juga kalau tidak dilakukan kontrol populasi. Risiko di kemudian hari jika ada ledakan populasi, ini juga akan menjadi masalah bagi masyarakat di sini,” ucapnya.

Widiastuti menyebut ledakan populasi kucing tidak hanya berpotensi menimbulkan masalah sosial, tetapi juga meningkatkan risiko penularan rabies. Karena itu, sterilisasi dan vaksinasi dilakukan secara berkala di sejumlah pulau.

Selain sterilisasi, kegiatan tersebut juga disertai pemberian vaksin rabies. Widiastuti menegaskan rabies merupakan penyakit yang sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian pada hewan yang terinfeksi.

“Jadi rabies adalah salah satu penyakit virus yang paling mematikan, jadi karena dia tidak ada obat penangkalnya kecuali vaksin. Jadi hanya dilakukan vaksinasi sebagai pencegahan,” ucapnya.

“Kalau di manusia begitu tergigit juga dilakukan vaksinasi. Supaya tidak segera menyebar ke seluruh tubuh, karena penyebarannya melalui syaraf,” ujarnya.

Widiastuti mengatakan kegiatan sterilisasi dan vaksinasi di Kepulauan Seribu merupakan bagian dari upaya menjaga Jakarta tetap bebas rabies. Ia mengungkapkan, DKI Jakarta telah ditetapkan sebagai provinsi bebas rabies sejak 2004.

Plt Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Kepulauan Seribu Sandri Oktama ditemui wartawan saat kegiatan sterilisasi dan vaksinasi rabies bagi kucing di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Selasa, 6 Oktober 2026 (Foto: RRI/Tegar Haniv)

Hal yang sama disampaikan Plt Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Kepulauan Seribu Sandri Oktama. Ia, mengatakan sterilisasi memiliki peran penting karena kucing di wilayah kepulauan cenderung tidak berpindah jauh dari habitatnya.

“Sterilisasi di pulau ini sangat penting, karena memang kita untuk mengendalikan, terutama mengendalikan penyakit rabies. Yang kedua untuk menekan populasi kucing,” kata Sandri.

“Kalau di kepulauan itukucing tidak kemana-mana. Artinya jika semakin banyak dan tidak dikendalikan, mungkin jumlahnya nanti akan bisa melebihi dari populasi manusia itu sendiri,” ujarnya.

Sandri menjelaskan, Sudin KPKP menargetkan sterilisasi sekitar 1.000 ekor kucing setiap tahun di Kepulauan Seribu. Program tersebut menyasar 11 pulau berpenduduk dengan target sekitar 100 ekor kucing di masing-masing pulau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....