Guru Dinilai Jadi Kunci Penerapan Bahasa Inggris Wajib di Kelas 3 SD
- 06 Okt 2026 13:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kesiapan guru merupakan faktor utama dalam kesuksesan penerapan bahasa Inggris wajib di kelas 3 Sekolah Dasar.
- Kompetensi guru perlu diperkuat agar pembelajaran bahasa Inggris berjalan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anak didik.
- Peningkatan kompetensi guru diperlukan sebagai dukungan konkret untuk implementasi kebijakan pembelajaran bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar.
RRI.CO.ID, Jakarta – Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Kids Republic Primary Jakarta Timur, M. Lizam, menilai kesiapan guru penting dalam penerapan bahasa Inggris wajib kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Menurutnya, kompetensi guru perlu diperkuat agar pembelajaran bahasa Inggris berjalan sesuai kebutuhan dan kemampuan anak.
Ia menjelaskan, guru menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan program pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar. Karena itu, peningkatan kompetensi guru diperlukan untuk mendukung penerapan kebijakan tersebut.
"SDM itu sebetulnya, yang di sini guru menjadi salah satu faktor utama nih untuk menunjang program ini untuk bisa berhasil. Kompetensi guru itu sangat penting sekali," ujar Lizam dalam wawancara RRI Pro 3, Selasa, 6 Oktober 2026.
Lizam mengatakan guru tidak hanya dapat mengandalkan pelatihan dari pemerintah untuk meningkatkan kompetensi mengajar bahasa Inggris. Guru juga dapat memanfaatkan berbagai platform sebagai sumber belajar untuk menambah kemampuan dan pengetahuan.
Menurutnya, pembelajaran bahasa Inggris bagi siswa kelas 3 SD sebaiknya lebih dulu menekankan kemampuan berbicara atau speaking. Anak perlu mendapatkan paparan bahasa Inggris melalui aktivitas sehari-hari sebelum mencoba menggunakannya secara mandiri.
"Untuk anak seusia kelas 3, seusia SD, maka kita mulai dulu dari speaking-nya dulu. Bersama anak-anak, kita melakukan sesi speaking, sesi menulis dilakukan pada waktu tertentu," kata dia.
Lizam menilai kebiasaan menggunakan bahasa Inggris dapat membantu anak membangun keberanian dalam berkomunikasi. Di sekolahnya, siswa terbiasa mendengar, menirukan, hingga mengucapkan bahasa Inggris secara mandiri dalam aktivitas sehari-hari.
Namun, ia menyebut tata bahasa atau grammar menjadi salah satu bagian yang masih cukup sulit dikuasai anak. Guru perlu membenarkan kesalahan siswa dengan cara yang tidak membuat mereka takut untuk mencoba berbicara.
"Yang penting kita utamakan dulu, mereka berani mencoba. Nanti kalau perlu dibenahi, kita berikan susunan tata bahasa yang benar," ujar Lizam.
Lizam menilai kelas 3 SD cukup tepat untuk mulai mendapatkan pembelajaran bahasa Inggris secara lebih terarah. Meski begitu, menurutnya pengenalan bahasa asing sejak kelas 1 dan 2 juga dapat dilakukan.
Ia mengatakan perbedaan kemampuan siswa juga perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran bahasa Inggris. Siswa yang sudah terbiasa dapat membantu teman yang belum terbiasa melalui metode pembelajaran bersama atau peer learning.
"Teman yang sudah menguasai bahasa Inggris bisa mengajak teman yang belum terbiasa. Mereka akan jauh lebih percaya diri," katanya.
Sebelum mengenalkan bahasa Inggris, Lizam menilai kemampuan bahasa Indonesia anak perlu diperkuat terlebih dahulu. Menurutnya, fondasi bahasa ibu yang kuat dapat menjadi dasar sebelum anak mulai mempelajari bahasa asing.
Selain kompetensi, ia menilai konsistensi pembelajaran juga menjadi bagian penting dalam penerapan bahasa Inggris di sekolah dasar. Kegiatan singkat yang dilakukan secara rutin dapat membantu anak terbiasa menggunakan bahasa Inggris dalam keseharian.
Sebelumnya, pada Mei 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan menerapkan wajib bahasa Inggris di SD. Kebijakan itu dimulai bertahap pada tahun ajaran 2027/2028.
Pelajaran bahasa Inggris akan diajarkan khusus kepada siswa kelas tiga SD terlebih dahulu. Pemerintah menilai tahap awal penting untuk menyesuaikan kesiapan sekolah. (Nikita Yunistia Maryam)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....