Kemenko PM Nilai Kolaborasi Jadi Kunci Pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Kreatif

  • 04 Okt 2026 15:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat menekankan kolaborasi berbagai pihak sebagai kunci utama dalam mendorong pemberdayaan UMKM dan ekonomi kreatif.
  • Kolaborasi yang dimaksud melibatkan pemilik tempat atau lahan dari berbagai sektor termasuk pemerintah, BUMN, BUMD, pemerintah daerah, dan pihak swasta.
  • Deputi Leontinus Alpha Edison menyampaikan pesan ini dalam acara 1001 Pasar Rakyat di Kota Bekasi, Jawa Barat pada 4 Oktober 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) menilai kolaborasi menjadi kunci dalam mendorong pemberdayaan UMKM dan ekonomi kreatif. Kolaborasi tersebut perlu melibatkan pemilik tempat atau lahan, baik pemerintah, BUMN, BUMD, pemerintah daerah, maupun pihak swasta.

“Yang pertama tentu saja harus berkolaborasi. Pihak pertama yang mempunyai tempat atau lahan, bisa pemerintah, BUMN, BUMD, termasuk pemerintah kota, pemerintah daerah, dan swasta,” kata Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran, Leontinus Alpha Edison saat memberikan sambutan dalam Acara 1001 Pasar Rakyat di Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu, 4 Oktober 2026.

Leon menjelaskan, unsur penting lainnya adalah kehadiran local champion yang memahami karakter komunitas dan bisnis di wilayah tersebut. Menurutnya, local champion berperan membimbing sekaligus melakukan kurasi terhadap UMKM yang terlibat dalam kegiatan pemberdayaan.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

“Yang kedua adalah local champion yang memahami komunitas dan bisnis, serta mampu membimbing sekaligus mengkurasi UMKM. Kehadiran local champion penting untuk memastikan UMKM mendapat pendampingan sesuai potensi dan kebutuhan komunitas,” ucap Leon

Selanjutnya, Leon menyebutkan keterlibatan UMKM dan pelaku ekonomi kreatif menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pemberdayaan masyarakat. Leon menambahkan, pemerintah berperan memberikan dukungan dari belakang dengan membuka akses dan memperlancar berbagai kebutuhan pelaku usaha.

“Yang ketiga tentu saja baru seluruh UMKM dan ekonomi kreatif yang terlibat. Tak lupa juga kami sebagai pemerintah, baik pusat ataupun pemerintah daerah, kita dorong dari belakang,” ujarnya.

Ia mengapresiasi kolaborasi komunitas, pelaku usaha, dan pemerintah yang telah berjalan dalam kegiatan tersebut. Menurut Leontinus, pola kolaborasi yang melibatkan pemilik tempat, kurator, UMKM, dan pemerintah telah berlangsung dalam waktu lama.

“Ini bukan hanya acara karena saya dapat info, ini ternyata sudah berlangsung lama. Jadi kolaborasi yang mempunyai tempat, kuratornya yang membimbing, dan pemerintah daerah itu sudah terjadi sejak lama,” kata Leon.

Leon menilai pendekatan pemberdayaan penting agar UMKM tidak hanya memperoleh kesempatan, tetapi juga pendampingan secara berkelanjutan. Pendampingan tersebut dinilai membantu UMKM berkembang melalui bimbingan yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.

“Pendekatannya itu sangat-sangat baik. Ini pendekatannya pendekatan pemberdayaan, karena kita bisa lihat UMKM-nya itu tidak serta-merta langsung diberikan kesempatan, tapi ini ada pembimbingnya,” kata Leon.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....