Kemenperin Dorong IKM Fesyen Baca Pasar lewat Design Canvas
- 04 Okt 2026 13:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Perindustrian meluncurkan program Design Canvas dan Design Maker untuk membantu IKM fesyen dan kriya mengembangkan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar.
- Program ini menggunakan pendekatan berorientasi konsumen dengan mempertimbangkan kebutuhan dan karakter konsumen dalam pengembangan produk.
- Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menekankan bahwa desain memiliki peran penting dalam proses pengembangan produk yang kompetitif di pasar.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong industri kecil dan menengah (IKM) fesyen dan kriya mengembangkan produk melalui Design Canvas dan Maker. Program tersebut membantu IKM mengembangkan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar melalui pendekatan berorientasi konsumen.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita mengatakan, pengembangan produk perlu mempertimbangkan kebutuhan konsumen. Menurutnya, desain memiliki peran penting dalam proses pengembangan produk.
“Pengembangan produk tidak cukup hanya berangkat dari pertanyaan mengenai apa yang dapat diproduksi, tetapi juga perlu mempertimbangkan siapa konsumennya. Apa kebutuhannya, serta peluang apa yang dapat dijawab melalui produk tersebut,” ujar Reni dalam keterangannya yang dikutip RRI di Jakarta, Minggu, 4 Oktober 2026.
Kemenperin melalui Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) menyelenggarakan Kick Off Design Canvas & Design Maker 2026 pada 17 September 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara hibrida di Auditorium BPIFK, Badung, Bali.
Program tersebut mengusung tema “Read the Market, Design the Product: Menjawab Kebutuhan Konsumen melalui Desain”. Pelaksanaannya menggunakan pendekatan co-creation yang mempertemukan pelaku IKM fesyen dan kriya dengan mahasiswa.
Kolaborasi tersebut melibatkan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Bali serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana. CAP Bali juga terlibat sebagai mitra kolaborator dalam pendampingan pengembangan ide dan desain hingga penguatan aspek pasar pengembangan usaha.
Kolaborasi ini mempertemukan pengalaman pelaku usaha dengan pengetahuan, kreativitas, serta perspektif baru dari kalangan akademisi dan mahasiswa. Komposisi peserta tersebut juga memberi mahasiswa pengalaman dalam menyelesaikan kebutuhan nyata industri.
“Melalui komposisi peserta yang terdiri dari IKM dan mahasiswa, kami berharap tercipta proses pembelajaran dua arah. Mahasiswa memperoleh pengalaman dalam menyelesaikan kebutuhan nyata industri, sementara IKM memperoleh perspektif, ide, dan alternatif pengembangan produk,” kata Reni.
Reni berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti sebagai aktivitas, tetapi menghasilkan ide dan prototipe. Ide dan prototipe tersebut dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah dan memiliki peluang pasar.
“Design Canvas dan Design Maker memberikan ruang bagi IKM untuk melihat kembali produknya dari perspektif konsumen. Sekaligus membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan kreativitasnya pada kebutuhan nyata industri,” ucap Reni.
Sementara itu, Kepala BPIFK Dickie Sulistya Aprilyanto menjelaskan Design Canvas dan Design Maker merupakan rangkaian pengembangan produk yang berkelanjutan. Melalui Design Canvas, peserta diarahkan menggali potensi IKM, memahami kebutuhan dan preferensi konsumen, serta merumuskan ide dan konsep desain berdasarkan peluang pasar.
“Selanjutnya, Design Maker mengarahkan gagasan tersebut ke tahap pembuatan prototipe dan penyempurnaan produk. Dengan mempertimbangkan aspek desain, fungsi, serta potensi pengembangannya menjadi produk bernilai tambah,” ujar Dickie.
Kick Off Design Canvas & Design Maker 2026 diikuti 70 peserta, dinas industri, IKM, dosen, dan mahasiswa Bali. Kegiatan tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan pelaku industri kreatif.
Materi yang diberikan meliputi pemahaman kebutuhan dan preferensi konsumen, riset pasar, serta perumusan konsep desain. Materi juga mencakup penerjemahan gagasan menjadi prototipe dan produk bernilai tambah.
Dickie mengatakan Kemenperin berharap semakin banyak IKM fesyen dan kriya serta mahasiswa dapat memanfaatkan ruang kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi pemerintah, perguruan tinggi, dan industri dapat mempercepat inovasi produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....