Basarnas Hentikan Evakuasi Bawah Air KM Virgo Transport 8, Ini Alasannya
- 04 Okt 2026 09:57 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Basarnas RI menghentikan, operasi penyelaman pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang memasuki hari ke-21 pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
- Basarnas mengatakan, kondisi korban pada beberapa hari pertama masih memungkinkan dievakuasi dari dalam kapal dan diterima di permukaan laut.
- Pada beberapa hari pertama kondisi korban yang dievakuasi dari dalam kapal yang tenggelam masih memungkinkan untuk terapung.
RRI.CO.ID, Jakarta - Basarnas RI menghentikan, operasi penyelaman pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang memasuki hari ke-21 pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Keputusan tersebut, diambil setelah evaluasi menunjukkan kondisi bangkai kapal dan jasad korban semakin tidak memungkinkan untuk dilakukan evakuasi melalui operasi bawah air.
Basarnas mengatakan, kondisi korban pada beberapa hari pertama masih memungkinkan dievakuasi dari dalam kapal dan diterima di permukaan laut. Namun, situasi tersebut berubah seiring struktur kapal yang mengalami perubahan sejak hari pertama operasi SAR.
“Pada beberapa hari pertama kondisi korban yang dievakuasi dari dalam kapal yang tenggelam masih memungkinkan untuk terapung. Sehingga ketika berhasil dikeluarkan dari dalam kapal, korban dapat diterima di atas air laut dengan komunikasi yang dimiliki tim,” kata Kepala Basarnas, Mohammad Syafii dalam konferensi pers operasi SAR hari ke-21 seperti dilansir Antara, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dikutip Minggu, 4 Oktober 2026.
Menurut Syafii, kondisi korban kini berbeda karena sebagian dapat terurai ketika berhasil dikeluarkan dari dalam bangkai kapal. Situasi tersebut, membuat operasi penyelaman dinilai tidak lagi efektif untuk diteruskan dalam kondisi saat ini.
“Jika pada hari-hari sebelumnya korban dapat naik dengan sendirinya setelah dikeluarkan, kini korban dapat terurai ketika berhasil dikeluarkan dari dalam kapal. Karena itu, tidak efektif kalau operasi underwater ini kita teruskan dalam kondisi sekarang,” ucapnya.
Oleh karenanya, Basarnas mengharapkan, proses salvage (pengangkatan) badan KM Virgo Transport 8 dapat segera dilakukan oleh pihak pemilik kapal. Pengangkatan bangkai kapal, dinilai penting untuk membuka peluang evakuasi dengan kondisi yang lebih memungkinkan.
Syafii menyebut, kemampuan maksimal penyelaman terhadap badan kapal telah dilakukan oleh tim SAR. Dalam tiga hari terakhir, penyelam tidak lagi menemukan korban dari bangkai kapal tersebut.
“Kemampuan maksimal penyelaman terhadap badan kapal telah dilakukan. an tiga hari terakhir ini tidak menemukan korban lagi,” ujarnya.
Meski demikian, ia menuturkan, masih terdapat bagian kapal yang belum dapat dijangkau penyelam, termasuk bagian lambung kiri. Kondisi bangkai kapal yang semakin labil, juga menjadi pertimbangan keselamatan karena dapat membahayakan personel yang melakukan penyelaman.
Penghentian penyelaman tidak berarti operasi SAR KM Virgo Transport 8 dihentikan seluruhnya. Setelah evaluasi hari ke-21, Basarnas memutuskan, pencarian tetap dilanjutkan dengan menyisir wilayah yang berpotensi menjadi lokasi korban yang hanyut.
Pencarian selanjutnya difokuskan di sejumlah wilayah perairan Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Langkah tersebut, dilakukan untuk menemukan korban yang kemungkinan telah keluar dari kapal dan terbawa arus selama proses pencarian berlangsung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....