Hari Ini, BMKG Minta Waspada Awan Cumulonimbus dan Gelombang Laut Empat Meter

  • 04 Okt 2026 09:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BMKG meminta, pengguna transportasi udara mewaspadai keberadaan awan hujan atau cumulonimbus pada Minggu, 4 Oktober 2026.
  • BMKG mengatakan, awan cumulonimbus tersebut berpotensi muncul di sejumlah wilayah dan perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi aktivitas penerbangan.
  • Selain itu, potensi awan hujan juga terpantau di Samudera Hindia sebelah barat Sumatera dan Selat Malaka bagian utara hingga tengah.

RRI.CO.ID, Jakarta - BMKG meminta, pengguna transportasi udara mewaspadai keberadaan awan hujan atau cumulonimbus pada Minggu, 4 Oktober 2026. Tidak hanya itu, BMKG juga mengingatkan, potensi gelombang tinggi empat meter di perairan Indonesia pada hari ini.

BMKG mengatakan, awan cumulonimbus tersebut berpotensi muncul di sejumlah wilayah dan perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi aktivitas penerbangan. BMKG mengidentifikasi potensi awan cumulonimbus di Sumatra bagian utara hingga tengah.

"Selain itu, potensi awan hujan juga terpantau di Samudera Hindia sebelah barat Sumatra dan Selat Malaka bagian utara hingga tengah. Lalu, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara, dan Papua Pegunungan," kata Prakirawan BMKG, Vita dalam laporan cuacanya, Minggu, 4 Oktober 2026.

Selain sektor penerbangan, ia mengungkapkan, kondisi cuaca laut juga perlu menjadi perhatian masyarakat. BMKG memperkirakan, angin di sebagian besar wilayah Indonesia bertiup dengan kecepatan sekitar 6 hingga 26 knot.

"Gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan Indonesia. Perlu diwaspadai di Samudera Hindia sebelah barat Bengkulu dan Lampung hingga perairan selatan Banten sampai Nusa Tenggara Barat," ucapnya.

Nelayan serta masyarakat yang menggunakan transportasi laut di wilayah tersebut, ia meminta, diminta mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas. Mengingat, kondisi angin dan gelombang tinggi dapat meningkatkan risiko bagi pelayaran maupun kegiatan masyarakat di laut.

"Dominasi cuaca kering tidak berarti seluruh wilayah Indonesia terbebas dari potensi hujan. Hujan dengan intensitas lebat masih dapat terjadi secara lokal sehingga masyarakat diminta menyesuaikan aktivitas dengan perkembangan cuaca," ujarnya.

Masyarakat diimbau mendapatkan informasi terbaru melalui kanal resmi BMKG sebelum melakukan perjalanan melalui udara maupun laut. Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi perubahan kondisi cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....