Tokoh Konghucu Terharu Jadi Anggota Wantimpres
- 03 Okt 2026 13:37 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto melantik Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN) Budi Tanuwibowo sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres)
- Budi Tanuwibowo menyampaikan rasa haru atas kepercayaan dari Presiden Prabowo Subianto karena jumlah penganut Konghucu di Indonesia, relatif sedikit
- Indonesia telah menjankan nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika
RRRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN) Budi Tanuwibowo mengaku terharu dipercaya Presiden Prabowo menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Rasa haru tersebut karena ia berasal dari Konghucu, yang jumlahnya kecil.
“Saya tentu sangat terharu karena sebagai bagian yang jumlahnya paling kecil tapi mendapat perhatian yang sama. Saya sangat surprise karena seperti mungkin teman-teman tahu, saya ini dari komunitas Konghucu, jumlahnya paling minim,” kata Budi dalam keterangan pers usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.
Budi mengatakan komunitas Konghucu pernah dibekukan oleh pemerintah dari tahun 1978 hingga 1998. Kemudian diera reformasi, kembali dipulihkan mulai dari Pemerintahan BJ Habibie.
“Jumlahnya paling minim dan pernah mengalami proses pembekuan cukup lama dari tahun 1978 sampai tahun 1998. Baru pulih di era awal pemerintahan Pak Habibie sampai kemudian Gus Dur, Bu Mega, Pak SBY, Pak Jokowi, dan sekarang,” katanya.
Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia, kata Budi merupakan majelis agama paling tua di Indonesia karena telah ada sejak 17 Maret 1900. Kemudian dilarang beraktivitas oleh kolonial Jepang.
Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia kembali bangkit pada tahun 1955, dan hingga sekarang keberadannya terus berkembang. Umat Konghucu juga berperan dalam perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia dengan ikut dalam Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
“Sekarang usianya sudah 103 tahun, kalau dihitung dari kebangkitan kembali pasca tahun 23 tahun, ada beberapa umat kami ikut di dalam BPUPKI. Termasuk ketika Bung Karno dan Bung Hatta diasingkan oleh sekelompok pemuda ke Rengasdengklok, itu adalah Djiaw Kie Siong itu umat Konghucu,” ujarnya menerangkan.
Budi mengatakan dengan perhatian Presiden Prabowo terhadap Konghucu, maka ia semakin yakin bahwa Indonesia benar-benar memegang teguh Bhineka Tunggal Ika. Ia berharap Indonesia akan semakin maju dan sejahtera.
“Dengan peristiwa hari ini (Pelantikan), saya merasa negeri ini benar-benar sudah memegang teguh salah satu pilarnya, semboyannya, Bhinneka Tunggal Ika. Mudah-mudahan dengan kebersamaan yang semakin utuh, semakin kokoh,” katanya.
“Indonesia yang kita cintai ini, yang kita tahu semua potensinya begitu besar ditambah kerukunan dan kesigapan rakyatnya, saya yakin Indonesia akan maju ke depan. Entah kapan, tergantung dari kebersamaan dan tekad keras kita,” ujar Budi.
Adapun terkat proses penunjukan dirinya sebagai anggota Wantimpres, Budi mengaku dihubungi langsung oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Ia dihubungi Seskab Teddy pada Jumat 2 Oktober 2026, kemudian dilantik pada sore hari.
“Ini saya terus terang kaget ya. Karena baru tadi pagi menerima telepon dari Pak Teddy Indra Wijaya untuk menjadi salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden,” kata Budi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....