AKSES Minta Manajer KDKMP Petakan Potensi Ekonomi Desa
- 03 Okt 2026 10:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Suroto, Ketua AKSES, menekankan pentingnya pemetaan potensi ekonomi masyarakat oleh manajer KDKMP untuk pengembangan usaha yang sesuai kebutuhan.
- Pemetaan harus dilakukan secara sosiologis guna mengenali potensi asli masyarakat dan mengaktifkan partisipasi mereka dalam kegiatan koperasi.
- Manajer KDKMP perlu memahami peluang koperasi dalam mengagregasi produk masyarakat sebagai offtaker untuk mengoptimalkan hasil produksi desa.
RRI.CO.ID, Jakarta – Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) Suroto meminta manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) segera memetakan potensi ekonomi masyarakat. Menurutnya, pemetaan tersebut diperlukan agar koperasi mampu mengembangkan usaha sesuai kebutuhan dan mengoptimalkan produk yang dihasilkan masyarakat desa.
Suroto mengatakan, pemetaan perlu dilakukan secara sosiologis untuk mengenali potensi serta mengaktifkan partisipasi masyarakat. Ia juga menilai, manajer KDKMP juga perlu memahami peluang koperasi dalam mengagregasi produk masyarakat sebagai offtaker.
“Mereka ini adalah orang-orang yang harusnya segera melakukan pemetaan secara sosiologis. Mereka ini kan bekerja untuk mengaktivasi partisipasi masyarakat agar bisa memanfaatkan koperasi, misalnya dalam fungsi offtaker,” ujar Suroto yang juga sebagai Penasehat Induk Koperasi Usaha Rakyat Indonesia (inKUR) dalam dialog bersama Pro 3 RRI, Jakarta, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, fungsi offtaker memungkinkan koperasi membeli atau mengagregasi produk-produk yang dihasilkan masyarakat. Karena itu, lanjutnya, manajer perlu mengetahui potensi ekonomi desa sebelum menentukan kegiatan usaha koperasi.
Selain mengembangkan pemasaran produk masyarakat, Suroto juga menilai koperasi perlu menjadi penghubung dengan lembaga keuangan. Menurutnya peran tersebut penting agar masyarakat memiliki akses terhadap dukungan pembiayaan melalui koperasi.
Suroto juga menyebut, manajer perlu mengaktivasi gerai untuk mendukung fungsi distribusi KDKMP. Hal tersebut berkaitan dengan rencana koperasi menjadi jalur distribusi barang-barang subsidi bagi masyarakat.
“Jadi, mereka harus tahu apa potensi yang ada di situ. Kemudian, bagaimana menjadi jembatan untuk berkomunikasi dengan lembaga keuangan,” ucapnya.
Suroto menambahkan, manajer KDKMP perlu memahami kondisi sosial dan ekonomi masyarakat sebelum mengembangkan kegiatan usaha. Dengan demikian, koperasi diharapkan tidak hanya menjalankan operasional gerai, tetapi juga menghubungkan potensi ekonomi warga.
Ia menegaskan, pengembangan koperasi perlu diarahkan untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi desa. Pemetaan sosial menjadi langkah awal agar koperasi dapat menjalankan fungsi sesuai potensi dan kebutuhan masyarakat setempat.
Sementara itu, Manajer KDKMP Sendang Retno, Winahyu Dinda Agustin, mengatakan kepercayaan masyarakat menjadi salah satu tantangan dalam menjalankan koperasi. Menurutnya, kepercayaan tersebut perlu dibangun melalui pelayanan yang baik, keterbukaan kepada anggota, dan pengelolaan yang transparan.
“Kepercayaan masyarakat itu saya rasa tidak bisa dibangun hanya dengan sosialisasi. Mungkin sebelum adanya manajer ini belum terlalu banyak sosialisasi yang diberikan, tetapi harus dilaksanakan dengan kinerja dan layanan,” ujar Winda.
Ia menjelaskan, pengelola juga perlu memahami fungsi serta manfaat KDKMP agar kegiatan koperasi dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Selain itu, pengaturan operasional, pengadaan barang, dan persediaan menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Winda mengatakan, pihaknya akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa, pengurus koperasi, Babinsa, dan masyarakat. Menurutnya, koordinasi tersebut dilakukan untuk mengevaluasi pengelolaan serta menyatukan langkah dalam mengembangkan koperasi secara gotong royong dan profesional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....