Guru Berperan Penting Dampingi Tumbuh Kembang Murid di Sekolah

  • 02 Okt 2026 22:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Guru memiliki peran penting dalam mendampingi pertumbuhan murid melalui interaksi, empati, dan komunikasi setiap hari.
  • Sekolah berfungsi sebagai ruang bagi murid untuk bertumbuh dan berinteraksi dalam membentuk karakter.
  • Arif Jamali Muis, Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, menyampaikan pentingnya peran guru dalam Webinar Internasional Seni Literasi Keagamaan Lintas Budaya pada 2 Oktober 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - Guru memiliki peran penting dalam mendampingi pertumbuhan murid melalui interaksi, empati, dan komunikasi setiap hari. Hal tersebut disampaikan Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Arif Jamali Muis, dalam Webinar Internasional Seni Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Ia mengatakan sekolah menjadi ruang bagi murid untuk bertumbuh. Menurutnya, sekolah juga menjadi ruang bagi murid untuk berinteraksi dan membentuk karakter.

“Sekolah menjadi ruang bagi murid untuk bertumbuh, berinteraksi, dan membentuk karakter bersama orang dewasa. Peran orang dewasa, terutama guru, sangat penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung perkembangan murid sehari-hari,” ujarnya.

Arif menekankan guru perlu memastikan murid merasa dikenali, dihargai, didengar, dan didampingi selama menjalani kegiatan di sekolah. Menurutnya, perhatian tersebut semakin penting ketika murid menghadapi perbedaan atau persoalan dalam lingkungan sekolah.

Ia juga menyoroti peran guru bimbingan dan konseling yang memberikan layanan profesional kepada murid dalam menghadapi berbagai persoalan. Namun, pendampingan tumbuh kembang murid tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab guru bimbingan dan konseling saja.

“Setiap guru berinteraksi dengan murid setiap hari, karena seluruh guru perlu memiliki kemampuan dasar. Kemampuan tersebut membantu guru memberikan sentuhan pelayanan ketika mendampingi murid selama menjalani proses pertumbuhan dan perkembangan mereka,” katanya,

Arif menyebut pemerintah memiliki aturan mengenai guru wali untuk memastikan pendampingan murid berlangsung lebih berkelanjutan di satuan pendidikan. Peran tersebut diharapkan membantu sekolah mengenali persoalan murid lebih awal agar pendampingan dapat hadir lebih cepat.

“Persoalan murid dapat dikenali lebih awal, pendampingan hadir lebih cepat, dan masalah tidak menunggu menjadi besar. Pendekatan tersebut membuat guru dapat mendampingi murid sebelum persoalan berkembang menjadi masalah yang lebih besar lagi,” ucapnya.

Untuk mendukung pendampingan tersebut, Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus mengembangkan program ‘Tujuh Jurus BK Hebat’. Program ini tidak bertujuan menjadikan seluruh guru sebagai guru Bimbingan Konseling (BK), tetapi memberikan kemampuan dasar pendampingan kepada setiap guru.

Kemampuan tersebut mencakup mengenali potensi murid dan membantu mereka mengelola emosi. Guru juga perlu menjaga kebiasaan positif, membangun koneksi melalui komunikasi empatik, berkolaborasi, serta menciptakan situasi belajar yang nyaman.

“Guru tidak hanya hadir ketika masalah terjadi, tetapi memiliki kemampuan untuk mendampingi murid sejak awal. Keterampilan pendampingan juga perlu berjalan bersama keberlanjutan agar perkembangan murid mendapatkan perhatian secara konsisten,” katanya.

Arif menjelaskan Permendikdasmen Nomor 11 Tahun 2025 menempatkan guru wali sebagai bagian penting dalam pendampingan tumbuh kembang murid. Guru wali mendampingi murid sejak awal masuk hingga menyelesaikan pendidikan pada tingkat SMP, SMA, SMK, dan SLB.

Ia juga menjelaskan karakter murid tidak tumbuh hanya karena mereka mendengar nasihat dari guru atau orang dewasa. Melainkan, juga berkembang melalui pengalaman yang mereka alami secara berulang dalam lingkungan sekolah dan kehidupan sehari-hari bersama orang lain.

“Ketika guru mendengarkan dengan empati, murid belajar mendengarkan orang lain. Murid juga belajar menghargai perbedaan ketika guru memperlakukan perbedaan dengan sikap hormat serta empati kepada mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Darud Da'wah wal Irsyad, Suaib Tahir, menilai guru perlu membangun karakter murid melalui pendidikan inklusif. Menurutnya, guru juga perlu menjadi teladan, pembimbing, dan pendidik yang mampu mendampingi murid dalam kehidupan sehari-hari.

“Pembentukan guru inklusif perlu dilakukan sejak proses pendidikan calon guru berlangsung. Guru juga perlu memiliki wawasan luas agar mampu membimbing murid menjadi pribadi yang toleran dan terbuka,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan guru perlu menekankan moderasi beragama dan inklusivitas dalam proses pembelajaran. Guru juga perlu menjadi teladan bagi murid agar mereka mampu menghargai perbedaan dalam lingkungan sekolah dan masyarakat. (Davina Keisha Salsabila)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....