Menperin Sarmuji Segera Petakan Masalah dan Solusi Pertumbuhan Manufaktur
- 02 Okt 2026 16:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Perindustrian M. Sarmuji akan segera menggelar rapat untuk memetakan persoalan dan solusi pertumbuhan sektor manufaktur.
- Pertumbuhan sektor manufaktur memerlukan penyelesaian berbagai faktor yang menjadi hambatan industri.
- Peta masalah dan solusi yang akan dihasilkan dari rapat akan menjadi dasar langkah-langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan manufaktur.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah segera memetakan persoalan dan solusi untuk menumbuhkan sektor manufaktur. Menteri Perindustrian M. Sarmuji mengatakan, akan segera menggelar rapat untuk membahas persoalan dan faktor yang perlu diselesaikan.
Sarmuji menyebut pertumbuhan sektor manufaktur membutuhkan penyelesaian berbagai faktor. Ia akan membahas persoalan tersebut melalui rapat untuk menentukan peta masalah dan solusi yang perlu dilakukan.
“Saya akan habis ini akan rapat terlebih dahulu, saya akan memintakan persoalannya. Bagaimana kita bisa menumbuhkan sektor manufaktur, karena tentu banyak faktor yang harus kita selesaikan,” ujar Sarmuji saat ditemui usai serah terima jabatan Menteri Perindustrian di Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.
Menurutnya, rapat tersebut akan menentukan peta masalah dan solusi untuk menumbuhkan sektor manufaktur. Ia meminta jajaran Kementerian Perindustrian tidak berpikir tentang kendala terlebih dahulu, tetapi melihat peluang.
“Tapi habis ini saya akan rapat untuk menentukan peta masalahnya seperti apa dan solusinya seperti apa yang harus kita lakukan. Saya berharap benar Kementerian Perindustrian tidak berpikir kendalanya terlebih dahulu, berpikir peluangnya terlebih dahulu,” kata Sarmuji.
Sarmuji menyebut upaya menjadikan industri sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja bukan tugas yang ringan. Menurutnya, hal ini merupakan tantangan yang harus dihadapi dan diselesaikan.
“Ini tugas yang tidak ringan ya, menjadikan industri menjadi leverage faktor bagi pertumbuhan ekonomi dan penyelamatan kerja itu Itu bukan sesuatu yang mudah. Tetapi justru itu tantangan yang harus kita hadapi dan harus kita selesaikan,” ucap Sarmuji.
Untuk memperkuat sektor industri, Sarmuji mengatakan Kementerian Perindustrian perlu berbicara dengan sejumlah kementerian. Ia menyebut Menteri Investasi dan Menteri Keuangan dalam kaitannya dengan penguatan industri.
“Misalkan kalau industri ini mau kuat, tentu kita harus ngomong sama Menteri Investasi, karena hulunya ada di Investasi. Kita harus ngomong pada Menteri Keuangan, karena Menteri Keuangan yang bisa memberikan relaksasi atau insentif bagi dunia industri,” ujar Sarmuji.
Sarmuji juga menyoroti peran Kementerian ESDM dalam mendukung sektor industri melalui sumber daya gas. Selain itu, lanjut dia, sektor pertanian memiliki bagian hulu yang perlu diciptakan nilai tambah melalui industrialisasi.
“Kita harus ngomong pada Kementerian ESDM, karena Kementerian ESDM memiliki resource berupa gas yang bisa menyokong pertumbuhan sektor industri. Kita harus berbicara bahkan dengan Menteri Pertanian, karena disitu juga ada hulu yang harus kita ciptakan nilai tambah,” kata Sarmuji.
Menurutnya, penguatan industri tidak dapat dilakukan oleh Kementerian Perindustrian seorang diri. Ia menekankan kolaborasi lintas kementerian untuk menjadikan sektor industri sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
“Jadi kita tidak bisa bekerja sendirian, kolaborasi menjadi penting untuk bersama-sama menjadikan sektor industri menjadi leverage. Bagi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja,” ucap Sarmuji.
Sarmuji kembali meminta jajaran Kementerian Perindustrian melihat peluang dan potensi terlebih dahulu dalam mengembangkan sektor industri. Menurutnya, melihat peluang dan potensi dapat memberikan optimisme untuk melangkah ke depan.
“Kalau awal-sejak awal kita berpikir kendala, tentu kita tidak akan pernah bisa maju. Tapi kalau kita berpikir peluang, potensi, tentu kita ada optimisme untuk melangkah ke depan,” kata Sarmuji.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....