Pemulihan Pascagempa NTT Dipercepat, Pemerintah Siapkan Hunian Tetap

  • 02 Okt 2026 10:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BNPB mempercepat pemulihan masyarakat terdampak gempa NTT melalui pemenuhan kebutuhan dasar, layanan publik, dan pemulihan dokumen kependudukan
  • Pemerintah menyiapkan pembangunan hunian tetap melalui koordinasi BNPB, Kemendagri, Kementerian PKP, dan BPS
  • Bantuan Keuangan Presiden dialokasikan untuk mempercepat tanggap darurat dan pemulihan awal dengan pengawasan Kemendagri

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mempercepat pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Upaya tersebut mencakup pemenuhan kebutuhan dasar, pemulihan dokumen kependudukan, serta persiapan pembangunan hunian tetap.

Plt. Kapusdatin BNPB Berton S. P. Panjaitan mengatakan penanganan pascabencana dilakukan secara menyeluruh. Pemulihan mencakup aspek sosial, administrasi, serta infrastruktur dasar bagi masyarakat terdampak gempa.

"Pemerintah memastikan seluruh elemen pelayanan publik bagi warga terdampak tetap berjalan. Dokumen kependudukan yang rusak atau hilang dicetak ulang secara gratis oleh tim Dukcapil yang turun langsung ke lokasi pengungsian. Layanan kesehatan berjalan dengan baik, dan kegiatan belajar-mengajar bagi anak-anak tetap dipastikan berlangsung," ujar Berton di Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.

Pemerintah juga mengalokasikan Bantuan Keuangan Presiden kepada pemerintah daerah setempat untuk mempercepat masa tanggap darurat. Penggunaan bantuan tersebut dilakukan dengan pengawasan ketat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mendukung pemulihan awal.

Berton mengatakan proses pemulihan kini mulai memasuki tahap pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak. Persiapan tersebut dibahas melalui Rapat Koordinasi Lintas Kementerian pada 8 September 2026.

Rapat tersebut melibatkan BNPB, Kemendagri, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Badan Pusat Statistik. Koordinasi dilakukan untuk mematangkan percepatan pembangunan hunian tetap bagi korban gempa NTT maupun Sumatera.

"Seiring situasi yang makin berangsur membaik, verifikasi data penerima bantuan, mekanisme pencairan dana. Hingga proses pembangunan perumahan langsung dimulai secara serentak di lapangan," lanjutnya.

Sinergi lintas lembaga tersebut menjadi bagian dari keberlanjutan penanganan bencana hingga tahap rehabilitasi. Pemerintah menegaskan penanganan dilakukan secara bertahap mulai fase darurat hingga proses rekonstruksi.

Pemerintah berkomitmen terus hadir dalam setiap tahapan penanggulangan bencana, meskipun bencana tidak dapat dicegah kedatangannya. Keselamatan serta kesejahteraan masyarakat menjadi prioritas utama dalam proses pemulihan pascabencana.

"Bencana memang tidak bisa kita cegah datangnya, namun pemerintah terus hadir dan berkomitmen penuh pada setiap fase penanggulangan. Keselamatan dan kesejahteraan rakyat adalah prioritas utama, setiap rumah yang kembali berdiri adalah langkah nyata untuk memulihkan kehidupan masyarakat," ucapnya.

Pembangunan kembali hunian diharapkan menjadi langkah konkret untuk memulihkan kehidupan warga terdampak. Upaya tersebut sekaligus membangun kembali harapan masyarakat agar semakin tangguh menghadapi bencana pada masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....