Bahlil: Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi untuk Percepat Hilirisasi
- 02 Okt 2026 02:38 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Bahlil Lahadalia menjelaskan pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi bertujuan mempercepat konsolidasi dan pelaksanaan program hilirisasi serta transisi energi.
- Program hilirisasi memiliki keterkaitan erat dengan sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) sehingga memerlukan koordinasi antarkementerian yang lebih kuat.
- Dengan adanya koordinasi antarkementerian yang lebih baik, pelaksanaan program diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan efisien.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pembentukan Kementerian Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi bertujuan mempercepat konsolidasi dan pelaksanaan program hilirisasi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan di Istana Negara, Jakarta, Kamis 1 Oktober 2026.
Bahlil mengatakan koordinasi antarkementerian sektor energi sangat diperlukan. Program hilirisasi memiliki keterkaitan erat dengan sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM).
Dengan koordinasi tersebut, pelaksanaan program diharapkan dapat berjalan lebih cepat. Konsolidasi dan koordinasi juga akan berjalan lebih baik antarkementerian.
"Menteri Investasi dan Hilirisasi kan menteri teknis. Jadi, Kementerian Investasi Hilirisasi itu di dalam koordinasi Kemenko," kata Bahlil di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.
Menurut Bahlil, fokus pemerintah terhadap hilirisasi juga berkaitan dengan besarnya investasi yang berada di sektor ESDM. Ia menyebut sekitar 90 persen dari total investasi berada pada sektor tersebut.
"Karena saya melihat bahwa fokus kita kan hilirisasi. Dari total investasi 100 persen, 90 persennya itu ada di sektor ESDM," ujarnya.
Karena itu, Bahlil menilai konsolidasi menjadi bagian penting dalam mempercepat berbagai program hilirisasi. Koordinasi dilakukan agar kementerian teknis yang menangani investasi dan hilirisasi dapat berjalan dalam satu kerangka kebijakan.
Untuk sementara, Kementerian Investasi dan Hilirisasi berada dalam koordinasi Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi. Posisi kementerian teknis tersebut berbeda dengan fungsi Kemenko yang bertugas melakukan koordinasi lintas kementerian.
Bahlil sendiri kini merangkap jabatan sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM. Ia mengatakan tetap akan berkantor di Kementerian ESDM karena masih menjalankan tugas sebagai Menteri ESDM.
Sebelumnya, Bahlil dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026. Pelantikan tersebut menambah tanggung jawab Bahlil dalam mengoordinasikan kebijakan hilirisasi dan transisi energi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....