Mensos Tekankan Pentingnya Perbanyak Agen Perlinsos
- 01 Okt 2026 21:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemensos mendorong penambahan Agen Perlinsos untuk memperluas registrasi digital bantuan sosial
- Pemerintah menargetkan 48 juta keluarga terdaftar atau sekitar 50 persen penduduk Indonesia
- Registrasi Perlinsos Digital telah menjangkau 5,6 juta keluarga dengan dukungan 289 ribu agen
- Pemerintah memperkirakan membutuhkan 2,4 juta agen untuk membantu proses pendaftaran masyarakat
- Penyaluran bansos melalui skema tersebut ditargetkan mulai triwulan pertama 2027
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf menekankan pentingnya memperbanyak Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) untuk memperluas registrasi digital bantuan sosial. Pemerintah menargetkan registrasi menjangkau 48 juta keluarga atau sekitar 50 persen penduduk Indonesia.
Gus Ipul mengatakan, penambahan agen diperlukan karena tidak semua masyarakat memiliki kemampuan menggunakan teknologi digital. Kondisi tersebut terutama dialami lanjut usia, penyandang disabilitas, dan warga di daerah terpencil.
“Tantangannya adalah tidak semua warga melek digital. Ada lansia, penyandang disabilitas, warga di daerah terpencil, justru yang paling membutuhkan, paling berisiko tertinggal,” kata Gus Ipul.
Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Tingkat Menteri Perluasan Perlindungan Sosial dan Rencana Implementasi Tahun 2027 di Gedung Aneka Bhakti, Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu 30 September 2026. Ia menegaskan keterbatasan teknologi tidak boleh menjadi penghalang masyarakat untuk terdaftar dalam program perlindungan sosial.
Hingga saat ini, registrasi Perlinsos Digital telah menjangkau sekitar 5,6 juta keluarga. Proses tersebut didukung lebih dari 289 ribu agen yang membantu masyarakat melakukan pendaftaran.
Dengan asumsi satu agen membantu 30 keluarga, pemerintah membutuhkan sekitar 2,4 juta agen. Jumlah tersebut hampir sepuluh kali lipat dibandingkan jumlah agen yang tersedia saat ini.
Pemerintah mendorong keterlibatan berbagai pihak melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga. Ajakan tersebut menyasar kementerian dan lembaga, aparatur sipil negara, pemerintah daerah, serta pendamping desa.
Penyuluh pertanian dan keluarga berencana, jajaran Kementerian Agama, Badan Pusat Statistik, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga kelompok sadar wisata juga diajak berpartisipasi. Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan membantu masyarakat yang kesulitan mengakses layanan digital.
Masyarakat yang ingin menjadi agen dapat mendaftar melalui situs perlinsos.kemensos.go.id. Agen bertugas membantu proses registrasi, sedangkan penentuan kelayakan penerima bantuan tetap dilakukan oleh sistem.
“Dengan begitu penyasaran tetap objektif. Serta berkeadilan,” ujar Gus Ipul.
Sementara itu, Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Pandjaitan, mendorong seluruh kementerian dan lembaga menyosialisasikan Perlinsos Digital. Ia menilai program tersebut menjadi bagian penting dalam transformasi tata kelola pemerintahan.
“Kita konsentrasi sini, karena ini merupakan basis luar biasa, ini game changer untuk pemerintahan Presiden Prabowo. Dan saya kira sukses besar dari pemerintahan ini kalau ini bisa kita tetapkan,” kata Luhut.
Pemerintah menargetkan proses registrasi selesai pada akhir 2026. Jika target tercapai, penyaluran bantuan sosial melalui skema tersebut diharapkan dapat dimulai pada triwulan pertama 2027.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....