Pemerintah Resmikan Museum Kesaktian Pancasila, Menbud: Pusat Edukasi Sejarah
- 01 Okt 2026 13:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta Timur, bersama Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Pertahanan dalam rangka peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026.
- Revitalisasi museum mencakup pembaruan narasi sejarah, tata pamer, alur cerita, serta penambahan teknologi digital interaktif untuk memberikan pengalaman edukasi yang lebih mendalam kepada pengunjung.
- Menbud Fadli menegaskan pentingnya merawat dan melindungi museum sejarah sebagai pusat edukasi serta memori kolektif bangsa.
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto meresmikan museum Kesaktian Pancasila di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur. Peresmian ini juga dilakukan bersama Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) dan Kementerian Pertahanan (Kemhan) dalam rangka Hari Kesaktian Pancasila 2026.
Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon mengatakan, museum ini menjadi saksi sejarah perjuangan bangsa mempertahankan ideologi Pancasila dari berbagai ancaman. Menurutnya, kawasan Lubang Buaya merekam peristiwa kelam ketika sejumlah pihak berupaya mengganti Pancasila dengan ideologi lain, termasuk komunisme.
"Ini museum sejarah yang menjadi saksi bagaimana ideologi Pancasila pernah dirongrong melalui upaya menggantinya dengan ideologi lain, termasuk komunisme oleh PKI," ujarnya saat ditemui wartawan usai peresmian museum Kesaktian Pancasila, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis, 1 Oktober 2026. Ia menambahkan, museum tersebut mengabadikan peristiwa bersejarah melalui diorama karya maestro pematung Indonesia, Edhi Sunarso, bersama tim seniman.
Revitalisasi Museum Kesaktian Pancasila mencakup pembaruan narasi sejarah, alur cerita, tata pamer, serta penambahan teknologi digital pada sejumlah bagian. Pembaruan tersebut juga menghadirkan pengalaman interaktif dalam diorama agar pengunjung dapat memahami peristiwa sejarah secara lebih mendalam.
Ia mengatakan, penyempurnaan narasi dilakukan bersama para sejarawan untuk melengkapi urutan peristiwa dan lini masa sejarah museum. Menurutnya, penguatan informasi tersebut penting agar masyarakat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai peristiwa bersejarah di Lubang Buaya.
"Sebenarnya ada lebih banyak sentuhan-sentuhan digital dan juga narasinya yang lebih lengkap. Sebenarnya, pada waktu itu memang belum lengkap, terutama secara segmen, lini masanya itu belum terlalu lengkap," katanya.
Ia menceritakan, para Pahlawan Revolusi mengalami penculikan dan pembunuhan sebelum dimakamkan di kawasan Lubang Buaya pada 1 Oktober 1965. Peristiwa tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah bangsa sekaligus melatarbelakangi peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap tahun.
Ia menegaskan, pemerintah perlu merawat, melindungi, dan merevitalisasi museum sejarah agar tetap relevan bagi masyarakat. Upaya tersebut juga mencakup museum di berbagai daerah untuk memperkuat peran sebagai pusat edukasi dan ruang memori kolektif bangsa.
"Presiden tentu melihat museum sejarah harus kita rawat, dan kita lindungi. Ada juga kita revitalisasi agar menjadi pusat edukasi serta memori kolektif bangsa," ujarnya.
Perjalanan bangsa Indonesia tidak terlepas dari berbagai tantangan, termasuk upaya pemberontakan dan tindakan yang berusaha memecah belah persatuan. Namun, semangat kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila mampu menjaga keutuhan Indonesia hingga terus berdiri sebagai satu bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....