Basarnas Tegaskan Pencarian Lima Jurnalis Tetap Berjalan lewat Operasi Rutin
- 30 Sep 2026 10:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Basarnas RI memastikan, pencarian terhadap lima jurnalis dan dua kru kapal yang masih hilang di perairan Selat Sunda belum dihentikan.
- Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI, Mohammad Syafii menegaskan, perubahan pola operasi tersebut bukan berarti pencarian terhadap korban dihentikan.
- Nah, pada saat sudah hasil rapat terus diputuskan bahwa operasi bukan ditutup.
RRI.CO.ID, Jakarta - Basarnas RI memastikan, pencarian lima jurnalis dan dua kru kapal yang hilang di perairan Selat Sunda, belum dihentikan. Setelah operasi pencarian gabungan dinilai tidak lagi efektif, upaya pencarian kini dialihkan menjadi operasi SAR rutin.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI, Mohammad Syafii menegaskan, perubahan pola operasi tersebut bukan berarti pencarian terhadap korban dihentikan. Keputusan itu, diambil setelah dilakukan evaluasi terhadap efektivitas operasi gabungan yang sebelumnya melibatkan berbagai unsur SAR.
"Nah, pada saat sudah hasil rapat terus diputuskan bahwa operasi bukan ditutup. Tapi dialihkan ke operasi rutin," kata Syafii dalam keterangannya seperti dilansir Antara, di Yogyakarta, dikutip Rabu, 30 September 2026.
Dalam operasi gabungan sebelumnya, Kantor SAR Banten dan SAR Lampung bekerja bersama di bawah kendali Search Mission Coordinator (SMC). Pada saat itu, Kepala Kantor SAR Banten ditunjuk sebagai koordinator dalam pelaksanaan pencarian.
Setelah operasi gabungan berakhir, tanggung jawab pencarian dikembalikan kepada masing-masing kantor SAR sesuai wilayah kerja. Syafii memastikan, pencarian tetap dilakukan secara rutin dan berlangsung selama 24 jam.
"Masing-masing kantor SAR melaksanakan operasi 24 jam sepanjang masa," ucap Syafii. Perubahan status operasi tersebut, tetap dilakukan meski sebelumnya ditemukan jenazah salah satu kru KM Arupadatu yang membawa rombongan jurnalis.
Jenazah ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, Sabtu, 12 September, kemudian berhasil diidentifikasi sebagai Surakman (60), Rabu, 23 September 2026. Setelah penemuan jenazah tersebut, Kantor SAR Bengkulu tetap memusatkan pencarian di sekitar Pulau Enggano.
Upaya tersebut, dilakukan dengan melibatkan masyarakat pesisir serta unsur TNI dan Polri. Semua itu, guna memperluas pemantauan terhadap kemungkinan adanya korban atau tanda-tanda keberadaan korban lainnya.
"Pada saat itu sebenarnya Kantor SAR Bengkulu memfokuskan terhadap pencarian yang ada di sana. Dengan melibatkan seluruh warga di pesisir pantai, TNI, Polri, untuk bisa memberikan informasi kalau ada tanda-tanda ditemukan korban," ujar Syafii.
Namun, hingga Selasa 29 September 2026 belum terdapat perkembangan mengenai keberadaan lima jurnalis dan dua kru kapal yang hilang. Basarnas menyatakan pemantauan dan pencarian tetap berjalan melalui operasi rutin yang dilakukan kantor-kantor SAR di wilayah terkait.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....