Psikiater Beberkan Tanda-Tanda Awal Seseorang Mengalami Adiksi Narkoba
- 30 Sep 2026 22:22 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Perubahan pikiran, emosi, dan perilaku merupakan tanda awal ketergantungan narkoba yang harus dikenali sejak dini untuk memungkinkan intervensi profesional yang lebih cepat.
- Psikiater dr. Lahargo Kembaren menekankan bahwa adiksi narkoba berdampak signifikan pada sikap, pikiran, dan perasaan seseorang dalam kehidupan sehari-hari.
- Kesulitan mengendalikan pemakaian narkoba merupakan indikator penting bahwa seseorang membutuhkan bantuan profesional untuk mengatasi ketergantungan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Perubahan pikiran, emosi, hingga perilaku bisa jadi tanda awal ketergantungan narkoba. Psikiater Bidang Pengabdian Masyarakat PP-PDSKJI dr. Lahargo Kembaren menyebut kondisi ini harus dikenali agar seseorang dapat bantuan profesional cepat.
Menurut dr. Lahargo, adiksi narkoba bisa pengaruhi sikap, pikiran, dan perasaan seseorang. Perubahan itu terlihat dalam kehidupan sehari-hari saat pemakaian mulai sulit dikendalikan.
“Narkoba itu gangguan mental perilaku akibat pemakaian zat, ada diagnosisnya tersendiri. Yang jelas kalau orang sudah pakai narkoba, dia akan mengalami perubahan pada pikiran, perasaan, sikap dan perilakunya,” ucap Argo dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Rabu, 30 September 2026.
Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah keinginan memakai narkoba yang muncul terus dalam pikiran. Pengguna juga bisa alami toleransi saat dosis sebelumnya tak lagi beri efek sama.
Situasi ini bisa membuat seseorang tingkatkan dosis untuk dapat kepuasan seperti sebelumnya. Saat konsumsi dihentikan, seseorang juga bisa alami gejala putus zat atau withdrawal.
“Kalau adiksi selalu ingin menggunakan narkoba, sebelumnya pakai narkoba 1.4 gram, tapi kemudian dosis tersebut tidak cukup. Sehingga harus terus menambah, itu efek toleransi kemudian efek withdrawal, begitu dia putus zat, menimbulkan sensasi tidak nyaman,” katanya.
Perubahan emosi jadi tanda lain yang bisa diperhatikan keluarga atau orang terdekat. Seseorang bisa jadi lebih sensitif, mudah marah, dan alami perubahan pola tidur serta makan.
Dampaknya juga terlihat dari penurunan performa dalam aktivitas keseharian. Sebagai contoh, keadaan ini bisa terlihat pada mahasiswa yang nilai akademiknya turun.
Hubungan sosial seseorang juga bisa berubah saat konsumsi narkoba mulai pengaruhi kehidupannya. Dr. Lahargo menyebut seseorang bisa jadi lebih tertutup dan sering habiskan waktu sendirian.
Perubahan perilaku berisiko juga bisa jadi tanda seseorang mengalami kecanduan narkoba. Misalnya habiskan banyak uang, mencuri, atau jual barang untuk penuhi kebutuhan konsumsi.
“Orang pakai narkoba emosinya sangat sensitif, mudah marah, gangguan di pola tidurnya, pola makan, dan performa sehari-harinya menurun. Tidak terbuka lagi, lebih banyak sendirian di kamar, dan muncul perilaku-perilaku berbahaya, misalnya menghabiskan banyak uang, dan mencuri,” ujarnya.
Jika beberapa tanda tersebut mulai terlihat, keluarga lebih baik tidak langsung memberikan label atau penghakiman. Dr. Lahargo merekomendasikan konsultasi dengan profesional kesehatan jiwa agar bisa mengetahui kondisi dan cara menanganinya.
Pemeriksaan dibutuhkan untuk mengetahui tingkat ketergantungan juga dampak yang sudah dirasakan seseorang. Tenaga profesional juga akan melihat kondisi kesehatan fisik dan mental serta kemungkinan gangguan lain yang muncul sebelumnya.
Penanganan yang lebih cepat dan tepat mampu membantu seseorang mendapatkan dukungan sesuai dengan kondisinya. Oleh karena itu, keluarga dan lingkungan harus peka terhadap perubahan perilaku tanpa memperparah stigma terhadap pengguna narkoba. (Shafira Nursyifa)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....