Komisi IV Dorong Swasembada Susu Nasional
- 30 Sep 2026 10:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto mendorong penguatan produksi susu lokal untuk mewujudkan swasembada susu nasional
- Produksi susu dalam negeri baru memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan nasional sehingga impor masih diperlukan
- Bapanas menilai pengembangan sapi perah Grati berpotensi meningkatkan produksi susu melalui keunggulan adaptasi dan produktivitas
- Kabupaten Pasuruan memiliki 96.332 ekor sapi perah dengan produksi susu mencapai 295 ton per hari
- KUTT Suka Makmur Grati menaungi sekitar 1.600 anggota aktif dengan populasi 8.700 sapi perah dan produksi 30–35 ton susu per hari
RRI.CO.ID, Pasuruan - Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto mendorong penguatan produksi susu lokal untuk mewujudkan swasembada susu nasional. Menurutnya, impor masih diperlukan selama produksi dalam negeri belum mencukupi, tetapi harus dibatasi demi melindungi peternak lokal.
“Kita gak ada yang mau impor, kita semua pengennya produksi lokal. Tapi kalau lokalnya belum memenuhi, sementara kita butuh susu untuk anak-anak ini supaya dia cerdas gitu ya, ya mau gak mau ada di impor, tapi harus dibatasi,” ucap Titiek saat kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI di Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur, Kabupaten Pasuruan, Senin 28 September 2026.
Titiek menyebut produksi susu nasional saat ini baru memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan dalam negeri. Kondisi tersebut perlu segera diatasi melalui peningkatan produktivitas peternak dan penguatan produksi lokal.
“Produksi nasional hanya 20% dari kebutuhan, sisanya impor. Nah ini gak bisa nih kayak gini,” ucap Titiek.
Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andriko Noto Susanto menjelaskan, susu merupakan salah satu sumber protein hewani masyarakat. Namun, pemenuhan protein nasional saat ini lebih banyak ditopang ikan, daging ayam, telur, dan daging ruminansia.
“Susu ini kan merupakan sumber protein. Jadi kalau kita bicara protein, sebenarnya kita sekarang sudah swasembada,” ujar Andriko.
Andriko menilai peningkatan produksi susu nasional dapat didukung potensi peternakan lokal, termasuk pengembangan sapi perah jenis Grati. Sapi hasil persilangan lokal tersebut dinilai adaptif dan mampu menghasilkan susu dalam jumlah tinggi.
“Jadi sapi perah jenis Grati itu adalah sapi unggul hasil persilangan sapi kita di dalam negeri. Jadi, memiliki keunggulan adaptif yang baik,” katanya.
Menurut Andriko, sapi perah Grati dapat menghasilkan hingga 30 liter susu per ekor setiap hari. Potensi tersebut dapat mendukung peningkatan produksi melalui pengembangan bibit, produktivitas, dan penguatan usaha peternak.
Bupati Pasuruan Mochamad Rusdi Sutejo menyebut wilayahnya merupakan penghasil susu terbesar kedua di Jawa Timur setelah Kabupaten Malang. Kabupaten Pasuruan memiliki populasi 96.332 ekor sapi perah dengan produksi susu mencapai 295 ton per hari.
“Alhamdulillah kami Kabupaten Pasuruan penghasil susu nomor 2 se-Jawa Timur setelah Kabupaten Malang. Susu kita, koreksi kalau kami salah, sekarang populasi sapi perah Kabupaten Pasuruan saat ini berjumlah 96.332 ekor,” ucap Rusdi.
KUTT Suka Makmur Grati telah berdiri sejak 1968 dan mengembangkan produksi susu segar berbasis peternak lokal. Koperasi tersebut menaungi sekitar 1.600 anggota aktif, dengan populasi 8.700 ekor sapi perah dan kapasitas produksi 30 hingga 35 ton susu per hari.
Potensi tersebut menjadi salah satu modal untuk memperkuat produksi susu nasional. Penguatan produktivitas dan perlindungan peternak diharapkan meningkatkan kemampuan produksi lokal dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....