Program Gentengisasi, Perajin Genteng Semakin 'Bergairah'
- 18 Jun 2026 20:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Program Gentengisasi memberikan dampak positif bagi perajin di Majalengka, Jawa Barat
- 2. Produksi dan penjualan genteng di Majalengka meningkat usai Presiden Prabowo meluncurkan Program Gentengisasi
- 3. Progran Gentengisasi membuka lapangan kerja baru
RRI.CO.ID, Jakarta-Program Gentengisasi yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto, seolah memberikan harapan baru dan 'nyawa', bagi perajin genteng. Terutama di sentra produksi genteng di Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Salah satu perajin genteng di Majalengka, Hena Gian Hermana menyambut positif Program Gentengisasi. Ia mengibaratkan program tersebut seperti 'tetesan air di gurun pasir'.
"Sebelumnya pelaku UMKM genteng di Jatiwangi sepertu hidup segan, mati tak mampu dan ketika program ini muncul memberikan angin segar. Kemudian meningkatkam pendapatan usaha, menjaga keberlangsungan industri genteng lokal dan memberikan kepastian pasar bagi pengrajin," kata Hena Gian Hermana saat dihubungi RRI.CO.ID, Kamis, 18 Juni 2026.
Hena Gian menjelaskan proyek gentengisasi berdampak positif bagi pelaku UMKM di Majalengka, karena produksi dan permintaan genteng meningkat. Ia menjelaskan sebelum Program Gentengisasi, penjualan dan produksi genteng menurun terutama saat COVID19 bahkan pasca pandemi, situasi belum membaik.
Pabriknya hanya mampu memproduksi 20 ribu unit genteng perbulan atau dua kali pembakaran. Hena Gian mengatakan pihaknya hanya menjual genteng kepada mitra yang selama ini menjadi langganan, sementara tidak ada yang membeli secara langsung ke pabrik.
"Banyak kapasitas produksi mesin seperti press tidak termanfaatkan dengan baik karena pasar terbatas. Dari lima mesin press di pabrik saya, hanya dimanfaatkan dua mesin press dan itu sebelum Program Gentengisasi," ujarnya.
Lebih lanjut Hena Gian menjelaskan usai Presiden Prabowo meluncurkan Program Gentengisasi, produktivitas genteng mengalami peningkatan. Saat ini, pabrikanya mampu memproduksi 40 ribu unit genteng per bulan dan permintaan juga mengalami peningkatan.

Selain itu, tidak ada lagi genteng yang mengendap di pabrik artinya setelah genteng keluar dari tungku, langsung dikirim ke pelanggan karena terserap oleh program pemerintah baik di pusat atau daerah. Perajin juga diminta untuk konsisten menyuplai genteng untuk program pemerintah yaitu Program Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni).
Program Rutilahu merupakan program bedah atau rehabilitasi terhadap rumah yang tidak layak huni. Pemerintah menargetkan pembangunan dan renovasi 3 juta unit rumah.
Program Gentengisasi juga berdampak kepada penciptaan lapangan kerja baru bagi warga sekitar pabrik. Hena Gian memiliki 32 orang pekerja dengan komposisi 20 orang adalah pekerja perempuan dan 12 orang pekerja laki-laki.
"Sebagian besar pekerja dari sekitar pabrik. Walau ada yang beda desa tetapi dari jangkauan dekat pabrik," katanya.
Hena Gian menerangkan dengan meningkatnya jumlah produksi genteng maka tidak akan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) bahkan membuka tenaga kerja baru. Kendati pekerja tenaga terampil banyak yang memilih bekerja di perusahaan besar seperti tekstil atau otomotif.
"Ada beberapa pabrik bukan dadi pabrik genteng tapi tekstil atau otomotif. Bukan masalah karena upah rendah tapi tenaga kerja terampil baru memilih kerja di perusahaan besar" kata Hena Gian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....