Amran: Kebijakan Tepat Tentukan Arah dan Kesejahteraan Rakyat

  • 30 Sep 2026 08:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mentan Andi Amran Sulaiman membekali peserta Sespimti Polri dengan pengalaman kepemimpinan dan pengambilan kebijakan
  • Amran menekankan kebijakan yang tepat dan berpihak kepada rakyat menentukan arah pembangunan
  • Amran mencontohkan perubahan tata kelola pupuk sebagai upaya meningkatkan efisiensi anggaran negara
  • Amran menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan pangan, energi, dan air
  • Peserta Sespimti Polri dan perwakilan Kejaksaan mengapresiasi pembelajaran kepemimpinan lintas sektor dari Amran

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya kebijakan tepat dalam menentukan arah bangsa dan kesejahteraan rakyat. Hal tersebut disampaikan Amran saat berbagi pengalaman kepemimpinan kepada peserta Sespimti Polri di Jakarta, Senin 28 September 2026.

Amran mengatakan, pemimpin harus berani mengambil keputusan tepat dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Menurutnya, kebijakan yang keliru dapat menimbulkan dampak besar bagi masyarakat.

“Kita harus ingat, bapak-bapak ini pemimpin. Yang paling penting adalah kebijakan. Kebijakan yang salah jauh lebih berbahaya dari koruptor. Karena itu pemimpin harus berani mengambil keputusan yang benar dan berpihak kepada rakyat,” kata Amran.

Amran mencontohkan perubahan tata kelola pupuk sebagai salah satu kebijakan di sektor pertanian. Menurutnya, perubahan tersebut dilakukan untuk memangkas rantai distribusi dan meningkatkan efisiensi anggaran negara.

“Kami diperintah Pak Presiden Prabowo untuk selesaikan masalah pupuk. Kami analisis tiga hari, kami panggil Direktur Pupuk Indonesia. Kami selesaikan kebijakan untuk pupuk termasuk revitalisasi pabrik. Bayangkan, Rp500 triliun bisa kami hemat hanya karena secarik kertas. Itu baru satu kebijakan,” ucapnya.

Amran mengatakan, perbaikan kebijakan turut mendukung penguatan fondasi swasembada pangan Indonesia. Ia menyebut stok beras pemerintah pernah mencapai 5,37 juta ton dan sektor pertanian mencatat berbagai capaian.

“Kita sudah swasembada dan insya Allah berkelanjutan. Stok kita tertinggi selama merdeka pernah mencapai 5,37 juta ton. Kita juga mendapat dua penghargaan tertinggi dari FAO,” katanya.

Amran menekankan pembangunan membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan tidak dapat mengandalkan satu institusi. Menurutnya, keberhasilan merupakan akumulasi kerja bersama yang dilakukan secara menyeluruh.

“Kita tidak bisa sukses tanpa kolaborasi. Kalau ada pemimpin yang mengatakan 'saya', itu awal kehancuran. Tapi kalau kita mengatakan 'bersama', semua bisa bergerak. Sukses itu akumulasi, harus holistik,” katanya.

Ia menilai pangan, energi, dan air merupakan sumber daya strategis yang perlu diperkuat untuk menjaga ketahanan negara. Karena itu, pemimpin dituntut mampu membaca tantangan dan mengambil keputusan yang berdampak nyata.

“Sekarang perang bukan lagi soal senjata. Senjata terbaik adalah pangan, energi, dan air. Karena itu pangan dan energi harus kita perkuat sesuai arahan Bapak Presiden,” ucapnya.

Selain kompetensi teknis, Amran menyebut karakter menjadi faktor penting dalam kepemimpinan. Menurutnya, karakter turut menentukan keberhasilan seseorang dalam menjalankan tanggung jawab.

“Yang membuat seseorang sampai ke puncak bukan karena pendidikan, bukan karena kekayaan, tetapi karena karakter. Karakter yang membuat orang sukses di segala sektor,” ujarnya.

Perwakilan peserta didik Sespimti Polri Komisaris Besar Polisi Boy J Situmorang mengapresiasi kesempatan berdiskusi langsung dengan Amran. Ia menilai pengalaman dan capaian sektor pertanian yang dipaparkan menjadi pembelajaran bagi calon pemimpin.

“Hari ini kami sangat senang sekali bisa langsung diterima oleh Bapak Menteri Pertanian. Beliau menjelaskan capaian-capaian Kementerian Pertanian yang luar biasa dan memberikan banyak insight bagi kami calon pemimpin Polri ke depan,” ujar Boy.

Boy mengatakan, keberlanjutan swasembada pangan membutuhkan dukungan berbagai pihak. Ia juga menilai pesan mengenai ketahanan pangan dan energi relevan bagi pemimpin menghadapi perubahan.

“Kami melihat capaian swasembada pangan yang sangat positif dan kami siap ikut menjaga keberlanjutannya. Apa yang disampaikan Pak Menteri memberikan pencerahan yang luar biasa, terutama bagaimana menjadi pemimpin yang adaptif menghadapi tantangan dan perubahan,” katanya.

Peserta dari Kejaksaan Republik Indonesia Taufan Zakariah menilai pertemuan tersebut memberikan inspirasi kepemimpinan lintas sektor. Ia menyoroti pentingnya sinergi dan penghargaan terhadap kontribusi berbagai pihak dalam menjalankan program pemerintah.

“Kami sangat mengapresiasi apa yang disampaikan Pak Menteri. Bukan hanya soal keberhasilan program pemerintah, tetapi juga banyak memberikan inspirasi kepemimpinan bagi kami semua,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....