Presiden Prabowo Minta BRIN Kaji Alat Deteksi Dini Narkoba

  • 30 Sep 2026 00:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan BRIN untuk mengkaji inovasi alat deteksi ketergantungan narkoba yang terjangkau.
  • Instruksi tersebut diberikan dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa, 29 September 2026.
  • Kepala BRIN Arif Satria menekankan pentingnya pengembangan alat deteksi murah untuk keperluan pencegahan narkoba di masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta BRIN mengkaji inovasi alat deteksi dini ketergantungan narkoba. Alat tersebut diharapkan memiliki biaya terjangkau dan dapat mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan hal tersebut setelah mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta. Rapat tersebut membahas sejumlah langkah penanganan dan pencegahan penyalahgunaan narkotika.

“Kita juga diminta untuk melakukan kajian berkaitan dengan alat-alat deteksi yang murah ya, yang kemudian bisa digunakan untuk melakukan pencegahan,” kata Arif, Selasa 29 September 2026.

Arif mengatakan, Presiden Prabowo menginstruksikan pengembangan inovasi untuk membuat alat deteksi dini ketergantungan narkoba. Menurutnya, pengembangan tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap penanganan narkotika.

Arif mengatakan, pemerintah memiliki perhatian terhadap penyalahgunaan narkotika yang dapat berdampak pada generasi muda. Karena itu, riset dan inovasi diperlukan untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan.

“Bapak Presiden punya komitmen yang sangat-sangat kuat untuk menyelamatkan generasi masa depan. Oleh karena itu, memang kita diminta untuk memperkuat riset dan inovasi berkaitan dengan soal upaya-upaya untuk menyelamatkan generasi ke depan itu,” ujarnya.

Selain alat deteksi, Arif menyebut perkembangan narkotika juga menjadi perhatian pemerintah. Menurutnya, narkotika kini dapat ditemukan dalam bentuk zat cair yang berpotensi digunakan melalui rokok elektrik.

“Vape juga menjadi salah satu celah yang bisa dimanfaatkan untuk penyebaran narkoba. Sehingga ini hal yang saya kira harus benar-benar diantisipasi,” ujar Arif.

Arif mengatakan, perkembangan tersebut akan didalami bersama kementerian dan lembaga terkait. Kepala BNN dan Kementerian Kesehatan disebut akan mengatur penanganan terkait persoalan tersebut.

Pengembangan alat deteksi dini diharapkan mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika. Langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan riset dan inovasi dalam penanganan narkoba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....