Penggunaan Vape, BRIN: 100 persen Berdampak Terhadap Diabetes

  • 29 Sep 2026 23:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BRIN telah menyelesaikan penelitian mendalam tentang dampak kesehatan dari penggunaan rokok elektrik jenis vape terhadap masyarakat Indonesia.
  • Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan hasil penelitian tersebut setelah menghadiri rapat terbatas di Istana Kepresidenan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
  • Rapat terbatas membahas strategi penanganan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi penerus bangsa, melibatkan berbagai menteri dan kepala lembaga negara terkait.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), telah melakukan penelitian terkait dampak penggunaan rokok elektrik jenis vape. Hal itu disampaikan Kepala BRIN, Arif Satria, usai mengikuti rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Ratas tersebut membahas perkembangan penanganan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi penerus bangsa. Rapat tersebut dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto, dengan dihadiri sejumlah menteri dan kepala badan/lembaga negara terkait.

Berdasarkan hasil penelitian BRIN, Arif Satria menuturkan bahwa penggunaan vape memberikan dampak buruk terhadap kesehatan. Bahkan dikatakannya, penggunaan vape akan berdampak serius terhadap tiga kesehatan para penggunanya.

"Dari uji-uji yang dilakukan oleh BRIN, vape itu punya dampak terhadap kesehatan. Salah satu dampaknya kan dampak produksi insulin, kemudian dampak terhadap pankreas, dampak terhadap paru-paru," kata Arif Satria saat ditemui wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 29 September 2026.

Lebih lanjut dijelaskan Kepala BRIN, dari tiga gangguan kesehatan itu, yang terburuk yakni pada gangguan kesehatan diabetes. Arif Satria menuturkan, penggunaan vape akan berdampak pada gangguan kesehatan diabetes dengan akurasi mencapai 100 persen.

"Bahkan paru-paru dari sampel yang ada, yang terkena itu kurang lebih sekitar 92 persen, kalau dampak terhadap diabetes itu sampai 100 persen. Jadi memang dampaknya serius sekali vape itu," ujarnya.

Selain itu dalam perkembangannya, Kepala BRIN juga menuturkan bahwa vape menjadi media penyalahgunaan narkotika. Sehingg untuk mengantisipasinya, BRIN diungkapkan Arif, memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak terkait, dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui vape.

"Vape juga menjadi salah satu celah yang bisa dimanfaatkan untuk penyebaran narkoba. Sehingga ini hal yang saya kira harus benar-benar diantisipasi. Oleh karena itu nanti Kepala BNN nanti bisa akan, dan Kementerian Kesehatan ya, akan mengatur tentang hal itu," imbuh Arif Satria.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....