Kasus Influenza A di Jakarta Meningkat, Usia Produktif Paling Banyak Terpapar

  • 29 Sep 2026 18:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • DKI Jakarta mengalami peningkatan kasus influenza A selama beberapa bulan terakhir dengan data yang menunjukkan tren naik dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
  • Kelompok usia produktif menjadi demografi paling banyak terpapar influenza A menurut data Dinas Kesehatan DKI Jakarta.
  • Peningkatan kasus influenza di Jakarta sejalan dengan tren peningkatan nasional dan di wilayah Asia Pasifik, menunjukkan pola penyebaran regional yang signifikan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Peningkatan kasus influenza A terjadi di DKI Jakarta sepanjang beberapa bulan terakhir. Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menyebut kelompok usia produktif menjadi kelompok yang paling banyak terpapar.

Berdasarkan data surveilans, angka influenza di DKI Jakarta mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2025 lalu. Peningkatan kasus influenza tersebut sejalan dengan peningkatan secara nasional serta di sejumlah wilayah Asia dan Pasifik.

"Angka influenza di DKI Jakarta mengalami kenaikan dibandingkan dengan bulan sebelumnya atau tahun 2025. Data ini sejalan dengan peningkatan kasus di Indonesia, Asia, maupun di wilayah Pasifik," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Jakarta, Sri Puji Wahyuni, dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Jakarta, Selasa, 29 September 2026.

Data menunjukkan kasus influenza mencapai 1.069 kasus pada bulan Juli, kemudian meningkat menjadi 1.789 kasus selama Agustus. Sementara hingga 20 September 2026, Dinkes DKI Jakarta mencatat sebanyak 1.763 kasus influenza.

Puji menjelaskan pola peningkatan kasus influenza dalam tiga tahun terakhir menunjukkan kecenderungan yang relatif sama. "Virusnya akan meningkat di bulan Januari sampai Februari, kemudian meningkat lagi di Juli sampai Oktober atau November," ujarnya.

Kasus influenza paling banyak ditemukan pada kelompok usia produktif, yaitu rentang usia 25 hingga 45 tahun. Mobilitas tinggi meningkatkan peluang terpapar orang yang mengalami influenza.

"Kalau yang menderita lebih banyak usia produktif. Karena mobilisasinya tinggi, jadi lebih mudah terpapar," katanya.

Selain mobilitas, polusi, kebiasaan merokok, serta ruang tertutup dengan ventilasi kurang turut meningkatkan risiko penularan. Meski demikian, kewaspadaan perlu ditingkatkan pada kelompok rentan seperti anak-anak, balita, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit tertentu.

Puji mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala influenza meskipun sebagian besar kasus dapat sembuh dengan sendirinya. Terutama bagi kelompok rentan, karena influenza dapat berkembang lebih berat pada kelompok tersebut.

Hingga kini, Dinkes DKI Jakarta belum menemukan kasus influenza yang berkembang menjadi kondisi berat atau menyebabkan kematian. Puji mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan subtipe influenza A yang beredar di Jakarta.

"Influenza tipe A punya kelas-kelas tersendiri. Salah satunya yaitu superflu. Saat ini kami sedang menunggu hasil dari laboratorium," ucapnya. (Shafa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....