Waspadai Hoaks, BRIN Ajak Masyarakat Cermati Informasi Gempa Bumi

  • 29 Sep 2026 11:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Peneliti BRIN, Edi Hidayat menjelaskan teknologi saat ini belum mampu memprediksi waktu dan lokasi gempa secara pasti, meskipun para ahli telah memetakan jalur rawan serta potensi kekuatannya.
  • BMKG dapat mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa terjadi, sehingga masyarakat perlu memanfaatkan waktu singkat untuk segera menyelamatkan diri.
  • Masyarakat perlu mengenali kondisi geografis tempat tinggal, jalur evakuasi, dan lokasi aman agar dapat mengambil tindakan cepat tanpa terpengaruh informasi hoaks saat bencana terjadi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Edi Hidayat mengatakan masyarakat perlu memahami risiko gempa bumi dan tsunami. Menurutnya, pemahaman tersebut penting agar warga mampu mengambil keputusan cepat saat bencana terjadi tanpa terpengaruh informasi keliru.

Ia menjelaskan, hingga kini belum ada teknologi yang mampu menentukan secara pasti waktu dan lokasi terjadinya gempa bumi. Meski begitu, para peneliti telah memetakan jalur rawan gempa beserta potensi kekuatan guncangan berdasarkan kajian geologi.

"Gempa bumi memang datang tiba-tiba karena belum ada alat yang mampu menentukan kapan peristiwa tersebut akan terjadi. Namun, kita sudah mengetahui jalur potensi gempa dan dapat memperkirakan kekuatannya melalui penelitian serta pemetaan," katanya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Selasa, 29 September 2026.

Ia menambahkan, masyarakat perlu memahami perbedaan antara prediksi gempa bumi dan peringatan dini tsunami yang dikeluarkan pemerintah. BMKG dapat menyampaikan informasi potensi tsunami setelah gempa terjadi, terutama jika sumber guncangan berada di laut.

Ia mencontohkan, kejadian gempa Pangandaran menunjukkan masyarakat hanya memiliki waktu beberapa menit untuk menyelamatkan diri sebelum tsunami datang. Meski singkat, waktu tersebut menjadi kesempatan berharga bagi warga untuk segera menjauhi kawasan pesisir yang berisiko.

Karena itu, masyarakat perlu mengenali kondisi geografis tempat tinggal masing-masing, terutama bagi mereka yang menetap di wilayah pesisir. Pengetahuan mengenai lokasi aman dan jalur evakuasi dapat membantu warga menentukan arah penyelamatan ketika gempa mengguncang.

"Masyarakat harus segera mengambil tindakan apabila merasakan gempa kuat, tanpa menunggu informasi yang belum terverifikasi. Warga perlu mengetahui tujuan evakuasi serta memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk meninggalkan rumah menuju tempat aman," ujarnya.

Ia berharap masyarakat semakin memahami langkah penyelamatan diri melalui edukasi kebencanaan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh berbagai pihak. Dengan kesiapsiagaan dan informasi tepercaya, warga dapat mengurangi risiko serta menghadapi ancaman gempa dan tsunami secara lebih tenang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....