Qodari: KRI Sriwijaya-100 Dukung Penanganan Bencana
- 28 Sep 2026 22:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- KRI Sriwijaya-100 dirancang tidak hanya untuk memperkuat pertahanan maritim Indonesia, tetapi juga untuk mendukung penanggulangan bencana dan misi kemanusiaan.
- Kapal tersebut merupakan bagian integral dari penguatan kemampuan pertahanan laut Indonesia dalam menghadapi ancaman keamanan maritim.
- KRI Sriwijaya-100 disiapkan untuk mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP), memperluas peran kapal di luar pertahanan konvensional.
RRI.CO.ID, Jakarta - KRI Sriwijaya-100 tidak hanya diproyeksikan untuk memperkuat pertahanan maritim Indonesia. Kapal tersebut juga diarahkan mendukung penanggulangan bencana dan misi kemanusiaan.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan, KRI Sriwijaya-100 merupakan bagian dari penguatan kemampuan pertahanan laut Indonesia. Kapal tersebut juga disiapkan untuk mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Dalam Rapat Kabinet Terbatas mengenai penanganan bencana pada Senin, 7 September 2026, Presiden Prabowo Subianto mengarahkan modifikasi KRI Sriwijaya-100. Modifikasi tersebut ditujukan agar kapal mampu mendukung pengoperasian helikopter dan drone.
"Kemampuan tersebut diprioritaskan untuk mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya penanggulangan bencana dan misi kemanusiaan," kata Qodari dalam pernyataannya, Senin, 28 September 2026.
Menurut Qodari, kemampuan bergerak cepat dan menjangkau berbagai wilayah menjadi kebutuhan strategis bagi Indonesia. Kondisi tersebut berkaitan dengan karakter Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah luas dan geografis beragam.
Karena itu, penguatan KRI Sriwijaya-100 dinilai memiliki makna lebih luas dari sekadar modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista). Kapal tersebut diarahkan untuk memperkuat kesiapan negara menghadapi berbagai kondisi darurat.
"Ini adalah bagian dari upaya membangun Indonesia yang semakin kuat, mandiri, tangguh. Siap melindungi rakyat dalam setiap keadaan," ucap Qodari.
Indonesia menghadapi berbagai risiko bencana, mulai dari gempa bumi, banjir, tanah longsor hingga kebakaran hutan dan lahan. Kondisi tersebut membutuhkan kemampuan distribusi bantuan dan personel secara cepat, terutama ketika akses darat terganggu.
"Dalam situasi seperti itu, tantangannya bukan hanya menyediakan bantuan. Tantangan berikutnya adalah bagaimana bantuan, personel, dan kebutuhan pokok dapat segera sampai kepada masyarakat yang membutuhkan," kata Qodari.
"Terutama ketika jalan, jembatan, pelabuhan, atau fasilitas lainnya mengalami gangguan. Di sinilah KRI Sriwijaya-100 dapat memberikan manfaat nyata."
Dengan kemampuan mendukung pergerakan helikopter serta membawa kebutuhan bantuan, KRI Sriwijaya-100 dapat menjangkau wilayah yang sulit diakses. Kemampuan tersebut dinilai relevan untuk mendukung operasi kemanusiaan ketika jalur darat maupun akses lainnya mengalami gangguan.
Hal tersebut sejalan dengan pelaksanaan tugas pertahanan yang mencakup Operasi Militer Selain Perang. Salah satunya melalui penanggulangan bencana dan pemberian bantuan kemanusiaan kepada masyarakat.
"Dengan demikian, kehadiran KRI Sriwijaya-100 tidak hanya berbicara mengenai bertambahnya kemampuan pertahanan maritim Indonesia. Kapal ini juga dipersiapkan untuk memperkuat kemampuan negara dalam merespons keadaan darurat dan membantu masyarakat ketika mereka membutuhkan," ujar Qodari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....