Presiden Prabowo Minta Antrean BPJS Kesehatan Dikurangi
- 28 Sep 2026 21:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto memberikan persetujuan menambah anggaran Rp 20 triliun untuk BPJS Kesehatan
- Presiden Prabowo Subianto meminta agar pelayanan rumah sakit ditingkatkan
- Pemerintah meminta agar tidak ada pembedaan antara pasien BPJS Kesehatan dengan umum dalam pemberian layanan kesehatan
RRI.CO.ID, Jakarta-Presiden Prabowo Subianto meminta agar pelayanan BPJS Kesehatan ditingkatkan. Kepala Negara tidak ingin mendengar keluhan antrean pasien BPJS Kesehatan.
Pemerintah telah menyuntik dana tambahan sebesar Rp20 triliun untuk BPJS Kesehatan pada tahun ini. Oleh sebab itu, pelayanan kesehatan harus menjadi lebih baik.
“Bapak Presiden tadi di rapat adalah tolong dipastikan bahwa pelayanan BPJS juga ditingkatkan, antreannya bisa lebih pendek lagi. Kalau misalnya ada pasien yang masuk juga bisa dilayani dengan baik,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 28 September 2026.
Menteri Budi Gunadi mengatakan Presiden Prabowo juga memastikan semua rumah sakit tidak membeda-bedakan pasien BPJS dengan pasien umum. Presiden Prabowo ingin semua masyarakat mendapatkan pelayanan yang setara dari rumah sakit.
“Kemudian, dipastikan juga bahwa semua rumah sakit-rumah sakit yang ada itu tidak membeda-bedakan antara pasien BPJS dengan pasien bukan BPJS,” ujarnya. Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengatakan pihaknya akan terus melakukan perbaikan-perbaikan dengan mempertimbangkan sejumlah perkembangan dalam sistem kesehatan, seperti inflasi medis.
“Inflasi medis, pertumbuhan penduduk, pergeseran penyakit, utilisasi meningkat dengan itu semua. Kemudian beberapa hal kecil kita akan perbaiki, fraud dalam pelayanan, dan ini juga penting, perilaku yang volume-based,” kata Prihati Pujowaskito.
Prihati Pujowaskito menyampaikan ucapan terima kasih atas tambahan anggaran dari pemerintah. Ia menjelaskan hingga saat ini iuran yang terkumpul mencapai Rp118 triliun, sedangkan manfaat pelayanan kesehatan yang telah dibayarkan mencapai Rp132 triliun.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden, pemerintah, Pak Menteri, telah diberikan suntikan dana sebesar Rp20 triliun. Yang Rp10 triliun akan cair bulan ini dan Rp10 triliun akan cair bulan November lah sebelum akhir tahun,” ujar Prihati Pujowaskito.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....