Wamendikdasmen Tinjau PJJ di Medan untuk Kurangi Anak Tidak Sekolah
- 28 Sep 2026 17:51 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq meninjau pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh di SMA Negeri 3 Medan pada 28 Oktober 2026.
- PJJ dirancang sebagai instrumen utama untuk mengurangi jumlah Anak Tidak Sekolah di Sumatra Utara.
- Kunjungan ini merupakan amanat dari Menteri Pendidikan Abdul Mu'ti untuk memperkuat dan mengawal pelaksanaan PJJ di daerah.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq meninjau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Medan. Kunjungan tersebut membahas penguatan PJJ untuk mengurangi jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di Sumatra Utara.
“Saya diminta Pak Menteri Abdul Mu’ti untuk mengawal PJJ ini. Diharapkan menjadi salah satu instrumen agar ATS semakin berkurang,” kata Fajar saat meninjau pelaksanaan PJJ di SMA Negeri 3 Medan, Senin, 28 Oktober 2026.
Menurutnya, penguatan PJJ menjadi salah satu upaya pemerintah mendukung Indonesia tanpa anak tidak sekolah pada 2045. Upaya ini sejalan dengan Perpres Nomor 3 Tahun 2026 tentang pencegahan dan penanganan ATS.
“Saya meminta Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara untuk menggencarkan sosialisasi PJJ. Dinas juga harus menjangkau calon peserta, dan mengawal siswa hingga menyelesaikan pendidikan,” ujarnya.
Pendataan ATS Sumatra Utara mencatat 230.142 individu dengan berbagai kondisi pendidikan. Data tersebut mencakup 114.207 orang yang belum pernah bersekolah.
Sebanyak 57.872 individu tercatat putus sekolah, sedangkan 58.063 lainnya lulus tetapi tidak melanjutkan. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan pentingnya memperluas akses pendidikan menengah.
Dalam kunjungan ini, Wamendikdasmen juga berdialog dengan salah satu orang tua siswa asal Pematangsiantar. Orang tua tersebut menyampaikan apresiasi dan harapan agar program terus berlanjut.
“Terima kasih kepada pemerintah atas program PJJ. Anak kami mendapat kesempatan untuk sekolah lagi,” ujar salah satu orang tua siswa, Nurmala.
Wamendikdasmen Fajar mengapresiasi Nurmala yang mendorong dan mendampingi anaknya kembali belajar melalui program PJJ. Ia mengajak orang tua terus mengawal pendidikan anak hingga tuntas.
Harapan juga datang dari siswa PJJ asal Pematangsiantar, Gabriel. Ia mengikuti pembelajaran sambil bekerja sebagai pekerja bangunan.
“Saya mengikuti PJJ karena ingin menjadi operator alat berat. Dan juga untuk membantu adik saya,” ucapnya.
Dalam kunjungan tersebut, Wamendikdasmen juga meninjau penggunaan sistem manajemen pembelajaran atau LMS. Sistem tersebut digunakan untuk memantau kehadiran siswa selama mengikuti PJJ.
Wamendikdasmen juga menyerahkan modul pembelajaran secara simbolis kepada siswa PJJ yang hadir. Ia turut menyapa siswa penerima beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM). (Davina Keisha Salsabila)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....