Menelusuri 160 Tahun Sejarah Kereta Api Indonesia
- 28 Sep 2026 16:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Perjalanan kereta api Indonesia telah mencapai lebih dari 160 tahun dengan berbagai transformasi sejak era Hindia Belanda hingga menjadi sistem nasional modern.
RRI.CO.ID, Jakarta - Perjalanan kereta api Indonesia telah berlangsung selama lebih dari 160 tahun melalui berbagai perubahan zaman. Ini berawal pada era Hindia Belanda, sebelum kemudian berkembang menjadi sistem kereta api nasional bangsa.
Dikutip dari laman KAI, ide pembangunan kereta api di Indonesia muncul pada 1840 atas saran Kolonel Jhr. van der Wijck. Pembangunan rel dianggap bisa mendukung pertahanan juga melancarkan pengangkutan hasil produksi di Pulau Jawa.
Jalur kereta api pertama akhirnya dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda di Kemijen, Semarang, pada 1864. Ini menjadi penghubung Semarang dengan daerah Vorstenlanden yang kini meliputi kawasan Yogyakarta dan Solo.
Pembangunan awal tersebut dilakukan oleh perusahaan swasta bernama Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM). Pada 1862, perusahaan tersebut kemudian mendapatkan izin untuk membangun rute Semarang menuju Vorstenlanden.
Pada 1875, pemerintah Hindia Belanda turut membangun jaringan kereta api melalui Staatsspoorwegen (SS). Jalur pertama SS menghubungkan Pasuruan, Surabaya, dan Malang sebagai bagian dari pengembangan jaringan perkeretaapian Indonesia.
Jaringan kereta api berikutnya menyebar ke berbagai daerah di Pulau Jawa dan beberapa daerah di luarnya. SS membangun jalur baru di Sumatra Barat, Aceh, Sumatra Selatan, dan Sulawesi pada periode berbeda.
Pada era pendudukan Jepang, pengelolaan kereta api negara berada di bawah kendali pemerintahan militer Jepang. Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kemenhub menyebut memasuki kemerdekaan, pekerja kereta mengambil aset dan pengelolaan kereta dari Jepang.
Hal penting terjadi pada 28 September 1945 saat pekerja kereta api Indonesia mengambil alih kereta api dari Jepang. Kejadian tersebut kemudian menjadi asal muasal peringatan Hari Kereta Api Indonesia yang jatuh pada setiap 28 September.
Setelah terjadi pengambilalihan, Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI) dibentuk untuk mengelola perkeretaapian nasional. DKARI kemudian bergabung dengan SS serta perusahaan kereta api Belanda yang menjadi Djawatan Kereta Api pada 1950.
Pada 1963, status perusahaan kembali beralih saat Djawatan Kereta Api menjadi Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA). PNKA pada 1971 berubah menjadi Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) lewat Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 1971.
Perubahan selanjutnya terjadi saat PJKA berubah menjadi Perusahaan Umum Kereta Api atau biasa disingkat Perumka pada 1991. Selanjutnya, Perumka beralih menjadi PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai perseroan terbatas pada 1998.
Sampai saat ini, perjalanan panjang tersebut membuat KAI menjadi bagian penting dalam perkembangan transportasi umum Indonesia. KAI juga dilaporkan terus melakukan pembaharuan untuk semakin memperluas layanan serta meningkatkan peran kereta api bagi transportasi publik. (Shafira Nursyifa)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....