KAI Modernisasi Puluhan Kereta Makan dan Tingkatkan Layanan Konsumsi
- 28 Sep 2026 03:11 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia memodernisasi belasan sarana kereta makan serta mendatangkan armada baru untuk mengoptimalkan pelayanan perjalanan.
- Perusahaan terus meremajakan fasilitas konsumsi perjalanan dan mentransformasi peran pelayan restorasi menjadi profesi prama-prami modern.
- Unit KAI Services mengembangkan ragam menu legendaris dan hidangan musiman untuk melengkapi kenyamanan seluruh pelanggan kereta api.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) memodernisasi puluhan unit kereta makan untuk mengoptimalkan operasional sarana perjalanan. Perusahaan tersebut meremajakan fasilitas konsumsi perjalanan secara bertahap melalui program pengadaan sarana kereta baru.
Layanan makan dan minum di dalam kereta api berawal sejak era 1930-an masa Pemerintah Hindia Belanda. Petugas pelayan restorasi saat itu mengawali penyediaan konsumsi sebelum profesi prama dan prami hadir melayani pelanggan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba memaparkan perkembangan panjang pelayanan konsumsi perkeretaapian nasional di Indonesia. Unit KAI Services resmi mencatat sejarah pembentukan restoran kereta api pada masa awal perjalanan tersebut.
“Pelayanan di dalam kereta memiliki perjalanan sejarah yang panjang. Bermula dari kebutuhan menyediakan makanan dan minuman selama perjalanan, bentuk pelayanan terus berkembang bersama perubahan sarana dan kebutuhan pelanggan. Kereta makan serta petugas yang melayani pelanggan menjadi bagian dari pengalaman perjalanan dari generasi ke generasi,” ujar Anne di Jakarta pada Minggu, 27 September 2026.
Anne mencatat perubahan kelembagaan dari Perusahaan Nasional Kereta Api (PNKA) menjadi Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA). Surat Keputusan Direksi PJKA Nomor 4805/SK/72 tanggal 5 Desember 1972 menetapkan RESTORKA sebagai unit khusus di Bandung.
“Kalau kita melihat perjalanan tersebut, makanan ternyata mempunyai tempat tersendiri dalam sejarah kereta api. Ada pelanggan yang mengingat perjalanan melalui keretanya, pemandangan yang dilewati, hingga makanan yang dinikmati selama berada di atas kereta. Pengalaman-pengalaman seperti inilah yang ikut membentuk memori perjalanan dari masa ke masa,” kata Anne.
Ia memaparkan peningkatan fasilitas sarana makan melalui kemampuan teknis internal KAI di Balai Yasa Tegal. Sebanyak 17 Kereta Makan M1 selesai dimodifikasi meliputi empat unit pada 2024 serta 13 unit pada 2025.
“Modernisasi tidak selalu berarti mengganti sarana lama dengan yang baru. KAI juga meningkatkan sarana yang masih laik melalui program modifikasi. Dengan demikian, peningkatan kualitas pelayanan dapat dilakukan melalui regenerasi sarana baru sekaligus optimalisasi kereta eksisting,” ujar Anne.
Anne menyebutkan kontrak pengadaan 612 kereta baru bersama PT Industri Kereta Api (INKA) kurun 2023 hingga 2027. Komposisi armada mencakup 297 eksekutif, 199 ekonomi, 57 kereta makan, 57 pembangkit, serta dua bagasi.
“Setiap generasi sarana mempunyai perjalanan sendiri. Saat ini kereta makan lama yang masih andal, kereta hasil modifikasi, serta kereta baru dapat berada dalam ekosistem operasi yang sama. Regenerasi kami lakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan keselamatan, keandalan, dan kenyamanan pelanggan,” kata Anne.
Ia mencontohkan pemakaian seragam batik karya Anne Avantie oleh prama-prami pada peringatan Hari Batik Nasional 2025. Motif Sawunggaling membawa makna kekuatan keteguhan sementara motif Truntum merepresentasikan cinta tulus yang konsisten.
“Banyak hal telah berubah. Sarana semakin modern, seragam petugas berkembang, pilihan makanan semakin beragam, dan cara pelanggan mendapatkan pelayanan juga semakin mudah. Namun, ada satu benang yang tetap sama sejak puluhan tahun lalu, yaitu menghadirkan pelayanan selama pelanggan menjalani perjalanan dengan kereta api,” ujar Anne.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya turut menegaskan nilai historis para petugas operasional konsumsi. Kuliner Kereta saat ini menyajikan Nasi Goreng Parahyangan Legend, Nasi Sei Sapi, hingga Nasi Sapi Lada Hitam.
“Ketika membicarakan sejarah kereta api, kita sering mengingat lokomotif, stasiun, atau jalurnya. Padahal, di dalam setiap rangkaian juga terdapat orang-orang yang selama puluhan tahun melayani perjalanan pelanggan. Dari pelayan restorasi pada masa lalu hingga prama-prami hari ini, mereka menjadi bagian dari cerita panjang pelayanan kereta api Indonesia,” kata Wisnu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....